The Real Antagonis

The Real Antagonis

  • WpView
    Reads 1,099,725
  • WpVote
    Votes 47,975
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
AAKKKHHHHH...! Seorang wanita cantik yang sedang terbaring dengan selimut tebal membungkus tubuh ringkihnya terperanjat kaget, nafasnya terengah-rengah mengeluarkan bulir keringat dingin. Tanpa sadar dia beringsut mundur hingga bagian kepala belakangnya terpentok pada bagian kepala ranjang dibelakangnya, spontan dia menoleh kebelakang sambil meringis pelan mengusap kepala belakangnya yang berdenyut nyeri. Ketika dia mengedarkan pandangannya, kening wanita itu menyerngit samar lalu netranya terbelalak! Tunggu! Apa yang terjadi? Bukankah ini kamarnya yang dulu? Tidak mungkin kan? Haiss..., rupanya ia sudah tak waras hingga berhalusinasi! Ya, dia ingat betul terakhir kali dia pingsan akibat perbuatan bej*t yang ia terima. Ingatannya terlempar pada saat ia di sekap di sebuah gudang yang gelap nan kotor tanpa makan dan minum dengan benar. Selama hampir seminggu dia di sekap, dia hanya makan, makanan bekas suaminya. Itu pun karena dia selalu di cekcoki oleh pelayan suruhan suaminya. Iya, suami nya! Pria baj*ngan yang sayang nya suaminya sendiri, pria yang sangat dia cintai sampai dia rela melakukan apa saja untuknya. Sayang, pria yang berstatus suaminya tidak pernah sudi meliriknya sekalipun. Malah tanpa perasaan menyuruh para bawahannya sendiri untuk menyetubuhinya, lalu dia di gilir selama hampir seminggu berturut-turut. Membuat ia ingin mati rasanya! Tentu dia jijik dan merasa hina atas tubuhnya sendiri, sampai ia nekat ingin mengakhiri hidupnya. Namun nihil! Pria itu tak membiarkannya mati dengan mudah! DAN SEKARANG APA INII?!! Saat dia membuka matanya, yang dia tangkap adalah langit-langit kamar yang nampak familiar. Bukannya terakhir kali dia jatuh tak sadarkan diri akibat tak kuat menerima begitu banyak siksaan dari suami kejamnya? Ya, harusnya begitu! lalu apa ini...? Jangan bilang dia--? ⚠️WARNING⚠️ 🔹Mengandung unsur 18+, kata² kasar, harap bijaklah dalam membaca💋 🔹Pelagiat harap menyingkir👀
All Rights Reserved
#205
mengulangwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If we can together
  • INCANTO (Tamat)
  • Broken 2 Selesai✓
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Transmigrasi istri antagonis dan figuran (HIATUS)
  • [END] Hamil Dengan Jenderal Perang Gila Yang Menyebrang.
  • Tyllie {END}
  • Villain Also Has A Reason [END]

ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines