SAJAK BASKARA

SAJAK BASKARA

  • WpView
    Reads 867
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 21, 2023
WpInfo
Poetry
Hidup itu seperti berkendara. Kadang melewati jalan yang begitu mulus. Kadang juga mendapati jalan yang melatih kesabaran saking abstraknya. Berkendara juga kadang lelah dengan jaraknya yang terlalu jauh. Kadang pula tidak terasa sudah sampai tujuan. Setiap apa yang dirasakan. Pasti butuh botol untuk mengisi air. Dalam artian, kita butuh tempat untuk mengeluarkan duri hati, bunga hati, bahkan kekosongan hati. Sebut saja namanya HURUF. Menuliskan rasa dalam kalimat sepertinya tidak buruk. . . . SELAMAT MENIKMATI ASUMSI SAJAK DALAM TULISAN INI. SEMOGA MEMUASKAN. INSTAGRAM: @adi.aad__
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Kasir Favorit Ibu
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • ARLANDIRA (TAMAT)
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Your Presence [End]
  • Indonesian Poetry
  • Ombak Bintang || TXT [END]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP

Sebenarnya aku masih ingin mengejarmu, namun ku lihat kau tak ingin ku kejar. Tanpa sadar yang kau lakukan adalah untuk membuatku menjauh. Walau sulit, tapi aku akan berusaha jika itu inginmu. Apapun untuk kamu, selain itu aku tak mampu. Jangankan melupakan, mengikhlaskan saja aku belum mampu. Yang berat adalah merelakan bukan meninggalkan. Untuk saat ini aku tak akan mungkin meninggalkan, karena kamu yang akan terlebih dulu meninggalkan. Pergi, memberi sedih meninggalkan kenangan yang akan selalu teringat walau . Kau jauh disana. Aku tak janji, tapi aku akan menepati. Bukan, melupakan melainkan Merelakan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines