Legenda Si Peci Merah

Legenda Si Peci Merah

  • WpView
    Reads 367
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 20, 2022
WpInfo
Non-Fiction
"Legenda Si Peci Merah" adalah kisah fiktif yang disadur dari dongeng berbahasa Sunda yang berjudul Hikayat Kiyai Ahmad, yang sempat masyhur sekitar tahun 1970 dan dibawakan oleh KH. Muhammad Sholih , seorang ulama dari Bogor yang banyak berdakwah dengan media dongeng. "Ahmad" adalah seorang tokoh agama (Ajengan / Kiyai) yang sangat santun dan penuh kelembutan. Dia adalah pengasuh sekaligus pendiri pesantren yang selalu tampil sederhana dan pandai menyembunyikan jati diri meskipun memiliki banyak santri. Popularitas yang diraihnya adalah Anugerah termahal dari Tuhan setelah dia berhasil melewati beraneka macam ujian. Gelar Ajengan atau Kiyai yang dia sandang adalah penghormatan yang dicapai melalui perjuangan yang panjang. Ahmad bukan anak seorang Ustadz, Ajengan, Kiyai, atau tokoh lainnya. Dia terlahir dari keluarga yang kehidupannya sangat kekurangan dan jauh dari nilai-nilai agama. Sejak kecil dia hidup di lingkungan masyarakat yang moralnya sudah rusak parah. Ayahnya adalah seorang preman yang hobi berjudi, ngadu ayam, dan mabuk-mabukan. Ahmad kecil nyaris tidak mengenal pendidikan sama sekali. Kondisi perut yang selalu keroncongan menuntut dirinya berfikir bagaimana caranya bisa mendapatkan makanan. Namun, ketika Tuhan Berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini. Bermula dari perkenalannya dengan seorang santri, Ahmad kecil akhirnya tertarik untuk masuk pesantren. Berbekal hanya celana penuh tambalan yang dikenakan tanpa baju, dia berangkat ke pesantren. Disana dia mendapat hadiah baju dan sarung dari santri yang dikenalnya tersebut. Sepuluh tahun kemudian dia mendapat hadiah peci merah menyala dari gurunya yang menjadikannya terkenal si "Kopeah Beureum" (Peci Merah). Di pesantren, Ahmad menjadi bahan ejekan dan hinaan teman-temannya. Jiwanya begitu lapang hingga bisa menerima semua ujian tanpa menyisakan dendam. Sejak kecil dia terlatih bersabar dan nyaris tak terdengar adanya amarah yang keluar dari dirinya.
All Rights Reserved
#92
si
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Santri dan PKI
  • nyantri bareng suami
  • Mengejar Cinta Ustadz (TAMAT)
  • Zidan With Syakira
  • Cahaya Cinta.
  • WHO REALLY ME? (Slow Up)
  • Kamu Takdirku (Sudah Terbit)

Seperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cinta terhadap Gus Alfatih. Cinta diam-diam itu ia perjuangkan lewat doa sepertiga malam. Nahasnya ia harus menelan pahit kekecewaan di saat mengetahui lelaki yang dicintainya telah dijodohkan. Tak berhenti dari situ kekecewaannya. Rupanya orang tuanya diam-diam menjodohkan dirinya dengan seorang ustadz. Di sisi lain tanpa sepengetahuan orang lain, Gus Alfatih juga mencintai Aisfa dalam diam dan menaruh namanya dalam doa. Akankah cinta yang Aisfa dan Gus Alfatih perjuangkan di langit berakhir dengan sebuah penyatuan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines