WTF?!

WTF?!

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 14, 2022
⚠ WARNING ⚠ - Cerita ini mengandung ketidakjelasan (seperti perasaanmu) - Cerita ini memiliki keburukan (seperti hubunganmu) - Cerita ini mengandung ke-prik-kan (seperti kelakuanmu) - Minim konvlik (minim juga akhlakmu) - Cerita ini tidak memungkinkanmu untuk berhalu dan berharap (seperti mimpimu) - Cerita ini hasil kerja keras otak (bukan sepertimu yang menyontek)  ̄ "RANI!!" "Paan?" "GUE SUKA SAMA LO!" "..." "Gue juga suka sama lo, Rangga." "Apa? Gue gak denger." "Gue juga suka sama lo!" "Apa?" "GUE JUGA SUKA SAMA LO RANGGA!!" "Kita... Pacaran?" "Besok aja ya." "Oke." The next day~ "Sekarang kita pacaran?" "Maaf ya Rang, pacarannya tunda dulu." "Kenapa?" "Nenek gue hari ini nikah." "Terus kapan nih pacarannya?" "Lusa okey." "Oke!"  ̄ Segampang itu? Ya. Nyatanya hubungan Rangga dan Rani memang segampang itu. "What the fuck! That easy?!" - Somebody "Of course baby." - Rangga Rani  ̄ Jika tertarik silahkan pencet tanda + Jangan lupa VOTE dan KOMEN Follow juga akun Yaya:) Note : Update sesuai mood.
All Rights Reserved
#940
receh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Ayesha Transmigration
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • JAM 3 SORE
  • She Pluviophile
  • Possessive Boss
  • THE CLIMB [Completed]
  • VAGALDARA [TERBIT]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines