Trisula Berdarah

Trisula Berdarah

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 25, 2022
Hidup miskin tanpa suami,Jayoti dihina oleh banyak orang,khususnya kaum wanita.Wajahnya yang cantik dikhawatirkan akan memikat banyak pria.Anaknya,Darshan selalu mendapat perlakuan kasar oleh anak-anak seusianya karna terlihat kumuh.Jayoti dan anaknya selalu dihina setiap hari,tapi beruntungnya mereka dilindungi oleh Dewi Kālī yang terkadang menampakkan diri pada mereka.Jayoti selalu bersabar ketika dihina banyak orang,di saat kesabarannya telah hilang karena anaknya tewas dianiaya banyak orang,Jayoti berniat untuk membunuh banyak orang.Dewi Kālī melarang niat jahatnya.Oleh karena Jayoti adalah pemuja setianya dan berpihak pada yang benar,maka Dewi Kālī mengizinkannya.Dewi Kālī memberikan Trisula kepada Jayoti untuk membunuh banyak orang.
(CC) Attribution-NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nikah Dulu, Jatuh Cinta Kemudian
  • Take Care Of Yourself Whatever You Do ✔
  • 'PERJODOHAN' Treasurexyou
  • I will always waiting you
  • Tentang luka
  • Bunda,Aku Ingin Mati!
  • family debt (Yizhan)
  • kehidupan kedua (yizhan)
  • NAUGHTY MOMMY [END] √

Pernikahan bagi Hana dan Arsyad bukanlah hasil dari kisah cinta yang indah, melainkan keputusan yang lahir dari keadaan. Mereka menikah tanpa pernah saling mencintai Arsyad menganggapnya sebagai tanggung jawab, sementara Hana menerimanya dengan keikhlasan. Hari demi hari, mereka menjalani hidup bersama di bawah satu atap, namun terasa bagai dua orang asing. Arsyad sibuk dengan pekerjaannya, sementara Hana mengisi waktunya dengan beribadah dan mengajar anak-anak mengaji. Komunikasi mereka kaku, penuh kesalahpahaman. Hana merasa diabaikan, sementara Arsyad menganggap istrinya terlalu pasif dan kaku. Namun, seiring berjalannya waktu, perlahan sesuatu berubah. Arsyad mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang Hana kesabarannya, keikhlasannya, dan ketulusan yang ia tuangkan dalam setiap perbuatan. Di sisi lain, Hana juga mulai melihat sisi lain dari Arsyad, pria yang diam-diam selalu memastikan kebutuhannya terpenuhi. Ketika Hana jatuh sakit, Arsyad panik dan takut kehilangannya. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa kehadiran Hana bukan sekadar formalitas-ada sesuatu dalam dirinya yang kini tak ingin hidup tanpa wanita itu. Dan saat Arsyad menggenggam tangan Hana di depan Ka'bah, ia mengucapkan sebuah janji yang membuat istrinya menangis, "Aku ingin belajar mencintaimu dengan cara yang Allah ridai." Mereka mungkin tidak memulai pernikahan ini dengan cinta, tetapi bisakah mereka menemukannya dalam keikhlasan dan doa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines