Bagaimana mungkin seseorang tidak bisa membedakan ia sedang bermimpi atau tidak. Saking seringnya mimpi, aku jadi terlalu nyaman untuk bertemu dalam angan. *Hay teman-teman. Perlu diketahui ya ceritanya fiksi dengan bumbuan nyata, jangan terbalik. Saran dan komentar bisa diberikan untuk pengembangan yang lebih baik. Terimakasih*
More details