
Membeli sebuah novel seharusnya menjadi hiburan-tempat melarikan diri dari kenyataan. Namun bagi seorang pemuda ini, justru menjadi awal dari penyesalan panjang. Novel yang digadang-gadang sebagai bacaan terbaik remaja, justru memberinya akhir yang membangongkan. Tokoh favoritnya mati tragis tanpa ada yang tahu penyebabnya. Hatinya remuk-bahkan sampai meneteskan air mata atas nasib karakter fiksi yang ia sayangi. Kesal, marah, dan kecewa, ia berandai-andai bisa masuk ke dalam cerita itu-memperbaiki alur, menyelamatkan tokoh favoritnya, mengubah akhir yang menyakitkan. Namun siapa sangka, keinginan itu terkabul dengan cara yang tak terduga. Sebuah langkah ceroboh di kamar mandi mengubah segalanya. Sebuah jatuh yang mengakhiri hidupnya - sekaligus membuka pintu ke dunia lain. Di tengah tangis keluarga yang kehilangan, jiwa sang bungsu tidak pergi. Ia terbangun bukan di dunia ini, melainkan di dalam novel yang ia benci. Tapi... ia bukan protagonis. Bukan juga antagonis. Ia adalah figuran - tokoh kecil yang seharusnya mati tanpa nama. Namun kali ini... ia tidak menerima takdir dengan pasrah. Ia hidup kembali dengan satu tujuan: Mengubah jalan cerita. Menyelamatkan tokoh favoritnya. Dan mungkin... menemukan cinta, kekuatan, dan jati dirinya sendiri. Ini bukan akhir. Ini adalah awal segalanya. --- Silahkan mampir ke cerita ku, ini first time aku buat cerita jadi jangan di hujat hehe. Pure my idea, bukan kopas kalo ada alur yang sama mohon dimaafkan, mohon saran nya juga buat akuTodos os Direitos Reservados
2 capítulos