Sudah berapa hari? Bukan, berapa bulan? Aku tidak bisa mengingat orangtuaku, seharusnya waktu itu aku ikut mereka..
Di sinilah aku, rumah kecil yang dulu ku tempati bersama tiga anggota keluargaku kini berisi dua orang yang lebih tua dariku.
Aku menatap mereka bergantian. Dan sesaat, senyuman kak ___ terlihat sedikit.. aneh.
{ Alloa, Story 1 }
Di samping ember cucian, aku menemukan sebuah ember berisi _______ ayahku. Ugh, _____ aneh ini, ukurannya tidak bisa dibilang kecil, ____ menggeliat-geliat keluar. Tidak cukup, embernya kurang besar. Dan lihatlah, _____ itu.. ukh membuat mual. Sebenarnya darimana ayah mendapatkannya?
{ Kala, Story 2 }
Malam hari, saatnya _______ ku. Aku segera merapikan penampilan, mengecek tas apakah ada yang kurang atau tertinggal. Sepertinya tidak ada, jadi saatnya berangkat.
Aku keluar dan menunggu di depan pagar, _____ tidak ada. Bodoh, sepertinya aku tertinggal.
{ Sera, Story 3 }
_______
Cuma mimpi fantasi absurd punya saya, mencoba menuangkan ke dalam cerita.
Seringnya one-shot dan gantung. Karena yah, mau gimana lagi? Salahkan alarm ku yang berdering. Walau terkadang aku berterimakasih, karena aku tidak jadi merasakan maut saat aku bermimpi bertemu pembunuh misalnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang