leano Dewantara

leano Dewantara

  • WpView
    Reads 1,323
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
usianya memang menginjak tahun ke enam, namun siapa sangka bahwa ia sudah mencicipi rasanya kehidupan yang keras ini. tubuh ringkih yang selalu penuh luka/bekas luka dari luka gores, pukulan, maupun cambukan. padahal, ia hanya memiliki tubuh ini untuk menjadi rumah bagi nya, karena ia belum menemukan rumah nya yang sesungguhnya. ia kira, ia akan menjalani kehidupan seperti selamanya. namun rupanya ia salah. kehidupannya berubah seluruhnya ketika seseorang mengaku bahwa mereka adalah keluarga kandungnya. Tidak ada kebebasan, tidak ada lagi luka dan air mata yang ia dapatkan di tubuh Ringkih itu. Namun dunia memang kejam, dia harus merasakan penderita an lagi dalam keluarganya. Kebahagiaan nya hanya sesaat, bukan selamanya.
All Rights Reserved
#477
bungsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ALDEANDRA [TERBIT]
  • Biru Aldaren [TERBIT]
  • Evesha The little Sun
  • Adra's Life
  • Rantai Obsesi
  • Indigo Or Psychopath Family [END]
  • kenzi laska Abraham

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines