Aku Takut

Aku Takut

  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 4, 2022
WpInfo
Poetry
Malam semakin larut Aku mulai takut Pada mereka yang merangkak masuk Katanya sekedar membesuk Aku tak langsung percaya Pada mereka yang aniaya Penghilang ribuan nyawa Hingga aku takut jadi korban selanjutnya Tak bergeming Posisi bersandar pada tiang Menampakkan wajah memelas Hingga tercipta isak selaras Bagaimana mungkin aku melupakan ribuan nyawa Dan berteman dengan rasa iba Sementara mereka terus meminta "Ikutlah ke alam kita"
All Rights Reserved
#971
perang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 1. Imah Leuweung - Rumah Hutan
  • Waktu Bagian Semesta
  • Dia Semesta
  • 𝐄𝐥𝐞𝐠𝐢 [𝐝𝐮𝐤𝐚] 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚
  • Kutukan Kembang Desa
  • LEMAH LAYAT
  • Bumaga i Ruchka
  • Pesan Terakhir
  • Ave Satanas (Terpujilah Setan) [TAMAT]
  • • EUTANASIA •

Aku kembali dan mengambil sebuah pisau dan menusukan ke jantungku untuk mengakhiri semua rasa sakit ini. Namun apa yang terjadi? Aku tidak mati! Setiap luka yang kugoreskan ke tubuhku kembali hilang. "Nyawamu adalah milikku! Kamu tidak akan mati sampai tiba saatnya kau dan aku di bakar di api neraka !" Ucap sesosok makhluk yang mengikat perjanjian denganku. "Apa maksudmu? Aku sudah menyerahkan tumbalnya?" Jawabku dengan penuh tangis. "Kau pikir masih ada tempat di akhir zaman, untuk mereka yang bersekutu dengan iblis? Nikmati saja hidupmu di dunia dengan kepastian Neraka telah dijanjikan bagimu" Balas makhluk mengerikan yang saat ini berdiri di depanku. Setan itu memanggil sekutunya untuk menjaga tubuhku, dia mendiami Imah Leuweung tempatku memanggilnya dan terus meminta tumbal atas dosa yang telah kuperbuat...

More details
WpActionLinkContent Guidelines