Yes, Mommy

Yes, Mommy

  • WpView
    Leituras 3,195
  • WpVote
    Votos 230
  • WpPart
    Capítulos 13
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 22, 2025
"A-apa yang kau lakukan?" Laki-laki itu terperanjat ketika melihat wanita di hadapannya ini mendorongnya ke ranjang. Kemudian wanita dengan dress merah pendek itu perlahan menaiki tubuh laki-laki itu yang tengah terlihat gugup gemetar. Tapi, sial. Laki-laki dengan kemeja putih itu lebih dibuat terbelalak saat wanita di hadapannya ini tiba-tiba membuka dress-nya dan menyisakan pakaian dalam. "Sekarang giliranmu." Laki-laki itu tersentak, "Apa...?" Laki-laki itu kaget saat wanita di depannya ini mulai mendekat dan menghampiri telinganya. "Lakukan perintahku, Ian." Laki-laki itu menelan ludahnya sendiri. "Y-yes, mommy." - Di tengah jalan buntu dan sulitnya mencari pekerjaan, Ian Reslie-pemuda 19 tahun-bertemu dengan wanita dewasa yang menawari sebuah kesempatan.... ...Menjadi peliharaannya?!
Todos os Direitos Reservados
#499
cuteboy
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Stay (Away)
  • Come Back to Me (Completed)
  • Can We?
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • "Siblings" with Benefits
  • Ketraka Mafy
  • Secrets and Agreements
  • TEPI EMOSI (End)
  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo