Poor Papa

Poor Papa

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 14, 2026
Ryan anak yang tampan, Ryan anak yang ceria, Ryan anak yang manis, Ryan juga anak yang patuh. Namun, keluarga itu tidak ada yang melirik si manis yang terbuang. Tak ada satupun yang mengulurkan tangan. Ryan mati, meninggalkan mereka semua para bajingan yang menggangu kehidupannya. Mati dengan bahagia. Membawa seluruh penderitaannya. Tetapi, kehidupannya tak cukup sampai disini. Kehidupan kedua dimulai, kali ini dengan tangisan dari anak barunya. Menyadarkannya dari mimpi indahnya kematian. Ryan hanyalah umpan meriam, yang akan berakhir dicabik oleh hewan kesayangan anak sulung sendiri, karena kesal tanpa sebab yang tidak diketahui. Ini hanyalah cerita klise dari penderitaan Ryan, yang menjadi duda terlihat tabah, tetapi ingin sekali mati. _______ Hello, Wanderer! Oase is coming! Idk, apakah kalian followersku masih hidup diruang dimensi sana setelah beberapa tahun lamanya. Tapi kalau kalian baru melihat ini. Please, enjoy, my dear! This is a very slow update story, please wait patiently!
All Rights Reserved
#389
familyship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • π‡πˆπ’ 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • GUMI [Completed]
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • Heyu : Second Gear
  • Kamu Hanya Milikku
  • El and Jerganio (End)
  • Skyline Marriage

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines