DI BALIK HUJAN

DI BALIK HUJAN

  • WpView
    LECTURAS 21
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 10, 2022
Seorang anak laki-laki dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Sudah berjam-jam dia terduduk lemas di trotoar, di bawah derasnya hujan, ia masih bisa tersenyum. Tanpa peduli dengan suhu badannya yang mulai menggigil. Tidak ada orang yang berlalu lalang, dirinya hanya seorang diri. Sepi, itulah tempatnya sekarang. ia tidak akan beranjak sebelum ayahnya menjemputnya, ia juga masih mengingat jelas perintah ayahnya untuk tidak pergi kemana-mana karena ayahnya akan menjemputnya dengan membawa mainan kapal. "Ayah, Tiar masih kuat kok nunggu ayah, tapi Tiar mohon tolong segera ke sini, Tiar takut sendiri" Tiar kecil lalu berlalu pergi untuk mencari tempat berteduh, karena tubuhnya semakin tidak kuat menahan dinginnya air hujan, sebelum menemukan tempat semuanya berakhir gelap, berharap bahwa ayahnya tidak marah karena mengingkari untuk tidak beranjak dari tempat semula ___________________________________________________________ "Are you okay? aku rasa tubuh mu menolak terkena air hujan, ayo cari tempat teduh dulu, aku gak mau kamu sakit" -Iswara Nishikawa
Todos los derechos reservados
#945
kebersamaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Empty | 00L NCT Dream
  • JAM 3 SORE
  • FEARLESS || JAYISA
  • ALEYA~~
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Albel
  •  ANATHA
  • SMARA DIKTA
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido