We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ASKARA
  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang Askara Putra Asano yang hancur setelah kematian ibunya hidupnya menjadi hampa, belum lagi siksaan ayahnya yang membuat dia menderita. Namun ia dipertemukan dengan teman teman yang selalu mensupport dia dan bertemu dengan seorang gadis pilihan bundanya yang membuat hidupnya menjadi berwarna kembali, seolah pelangi yang datang memberi keindahan pergi membawa kehampaan apakah seperti itu kisahnya? Happy reading
All Rights Reserved
#11
shea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • THE RED UMBRELLA
  • Sebelum Kejadian Itu
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • A-SA..HARS-A(END)
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Moon Without Light [TERBIT]

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines