Story cover for Last Time Together  by D4nnck
Last Time Together
  • WpView
    LECTURAS 38
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 38
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Concluida, Has publicado jul 16, 2022
Perang merusak segalanya: keluarga dan rumah orang-orang tak berdosa hancur terpanggang dalam kekejaman konflik. Dalam situasi sulit ini, kakak beradik berjuang untuk bertahan hidup di tengah rasa takut yang melanda, mencari sinar harapan di antara kegelapan yang menyelimuti.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Last Time Together a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#340war
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
FILOSOFI RUMAH cover
Cerita Laut | Senan & Safa [End] cover
Skenario Indah Dari ALLAH cover
dibalik alyksandr cover
My Beloved Brother (Danu dan Damar)  Spin Off Arga ; Repihan Rasa cover
Marvel [On Going] cover
pelangi setelah badai cover
One Shoot Brothership ✓ cover
SURVIVE (Selesai ✓) cover
Home cover

FILOSOFI RUMAH

31 partes Concluida

Deskripsi Cerita: Di rumah ini, pagi dimulai dengan teriakan Audy yang protes karena Mas Aksara iseng menyembunyikan kaos kaki sebelahnya. Lalu, diikuti dengan Mbak Anin yang sok bijak tapi selalu kena mental karena dua adiknya terlalu absurd. Ibu? Dia sudah kebal dengan kegilaan anak-anaknya, cukup menghela napas dan berharap rumah tidak berubah jadi arena smackdown. Namun, di balik candaan, keisengan, dan suara gaduh setiap hari, ada sesuatu yang lebih dalam-sebuah perjalanan. Tentang keluarga yang sempat goyah tapi kembali kokoh. Tentang tawa yang sempat hilang, lalu ditemukan lagi. Karena meskipun kadang menyebalkan, rumah ini tetaplah rumah, tempat di mana mereka selalu kembali, tidak peduli seberapa jauh kaki melangkah. »»---->☆(ノ◕ヮ◕)ノ*<----«« "Rumah itu bukan cuma tempat kita tidur. Rumah itu tempat kita pulang, meskipun kadang isinya penuh orang ngeselin." -𝐀𝐮𝐝𝐲 𝐒𝐞𝐧𝐚𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚- "Hidup itu nggak selalu adil, tapi selama ada orang yang bisa bikin kita ketawa setelah nangis, berarti kita nggak sendirian." -𝐀𝐤𝐬𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐰𝐢 𝐉𝐚𝐠𝐫𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚- "Kita nggak bisa menghindari luka, tapi kita bisa memilih untuk tetap berjalan, meski sambil bawa bekasnya." -𝐀𝐧𝐢𝐧𝐝𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐀𝐲𝐮 𝐒𝐚𝐦𝐢𝐫𝐧𝐚𝐭𝐚- 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐫 𝐛𝐲 𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐞𝐬𝐭.