Story cover for Accismus (On Going) by Alishafz_
Accismus (On Going)
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 16, 2022
Arsyad Muzaffar Abqary, pria dengan umur 24 itu memiliki alergi terhadap uang logam. Meski hanya tersentuh sedikit, tubuh Arsyad langsung bereaksi dengan menimbulkan ruam merah, panas dan juga perih, namun untungnya tak berbekas.

Suatu hari, ia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik yang jauh dari umurnya. Tidak hanya sekali, namun berulang kali. Kebetulan? Mungkin bisa di bilang begitu, Namun, ketika mereka berjodoh, apakah itu juga kebetulan? Sepertinya, akan lebih tepat jika di sebut takdir, ya, TAKDIR.

Arsyad, pria itu tanpa sadar menyimpan perasaan terhadap gadis yang di temuinya secara berulang itu. Namun, Arsyad terus mengelak bahwa ia mencintainya. Seperti istilah psikologi, Accismus, Berpura-pura tidak suka padahal sangat menyukainya.
All Rights Reserved
Sign up to add Accismus (On Going) to your library and receive updates
or
#13alergi
Content Guidelines
You may also like
Aku Mati Rasa Perihal Cinta by cahyaaa18
51 parts Complete
~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.
You may also like
Slide 1 of 10
Ternyata Takdirku adalah Kamu cover
Aku Mati Rasa Perihal Cinta cover
ALESYA (END) cover
THE SECRET LOVE cover
Luka dan Kamu [ END ]  cover
Alzam (END) cover
Takdirku ✓ cover
Takdir Mempersatukan Kita (TAMAT) cover
ELRESAM on going cover
Takdir untuk Zura[on going] cover

Ternyata Takdirku adalah Kamu

21 parts Complete

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"