who are you Kana

who are you Kana

  • WpView
    Прочтений 230
  • WpVote
    Голосов 63
  • WpPart
    Частей 2
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published срд, июл. 20, 2022
(17+) cerita mainstream tentang perundungan dan pembullyan . . "Gimana, satu tahun berurusan dengan seorang Rionaldo Prahasa ... apakah cukup membuat seorang Kanara Alisha menderita?" Pelan, namun menyeramkan. Rio berbisik tepat di telinga Kana membuat gadis itu menelan ludah. "atau ... masih kurang?" Rio meraup kedua pipi Kana dengan satu tangan, memaksa wajah yang sudah memerah itu untuk menghadapnya. Tatapan mereka bertemu, dapat Kana lihat kilatan kebencian di mata Rio. Namun curangnya, Rio tidak menemukan apapun di netra gadis itu. Hanya tatapan kosong yang membuat Rio semakin murka. Tidak ada tatapan ketakutan, tatapan penyesalan, tatapan kebencian atau ... tatapan mendamba. Hanya tatapan kosong yang membuat harga diri Rio terluka, karena hal itu menandakan bahwa Rio tidaklah berarti apa-apa. Rio mengeratkan cengkramannya di pipi Kana. "Gue bakal pastiin ...." Rio menjeda ucapannya. "Lo nggak bakalan kuat menghadapi badai sekarang." Rio melepaskan cengkramannya, tersenyum miring melihat Kana yang menahan napas sama sekali tidak berkutik. Namun ternyata Rio salah. Ia terpaku ketika Kana secara tiba-tiba mendekatkan wajah, mengikis jarak di antara mereka. Mata sayunya menatap dalam mata kelam milik Rio. "tapi yang aku rasakan hanya gerimis sekarang," bisiknya tepat di telinga Rio.
Все права сохранены
#365
culun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Look At Here (Slow Update)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • SamLova [Terbit]
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • Beautiful Girl [END]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту