Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Aftermath

Aftermath

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida dom, jul 17, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Latar cerita: Kian adalah seorang mahasiswi semester akhir fakultas bahasa yang hidupnya biasa-biasa saja. Tapi kehidupan biasa itu mendadak berubah setelah novel pertama yang ditulisnya meledak di pasaran. Padahal itu hanyalah novel biasa yang berkisah tentang kesehariannya saat masih aktif berorganisasi-sebagai anggota yang pendiam dan super penurut, tentu saja-di bangku perkuliahan; dan tentang kekaguman diam-diamnya pada seorang kakak tingkat yang sampai saat ini masih dia ingat namanya. *** oneshot ya guyes isinya cuma chat pendek nggak mutu. selamat membaca XD
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Come Back to Me (Completed)
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • roommate; minsung 🔞
  • Let It Fall [Tamat]
  • The Smell After Rain

Siang itu cerah. Tak ada setitik awanpun disana. Pandangannya teralih, dan jatuh pada seorang pria yang baru datang dari parkiran. Tinggi, dan putih. Tipe idealnya. Tak lama, wajah kaku itu berhias senyum sinis. Matanya mengikuti kemanapun pria itu pergi. Sudah lama Zania memperhatikan pria di bawah sana. Namanya Vian mahasiswa jurusan musik. Awalnya dia pikir pria itu masuk dalam tipe idealnya. Tapi tidak! Pria itu tengil, menyebalkan dan sering menggunakan bahasa antah berantah yang Zania sendiri tak tau apa maksudnya. Satu lagi, pria itu tak punya otak. Kelakuannya yang sembrono dan tak pernah serius benar-benar membuat gadis itu ilfell. "Woy! Disini lagi? Jangan-jangan lo cucunya setan penunggu jembatan ini!" Suara seorang pria mengusik telinganya. Membuat gadis itu mau tak mau harus menengok. Vian. Seperti tebakannya. Tak ada orang lain yang lebih nggak jelas dari pria di hadapannya sekarang. Bukan spacenya untuk meladeni pria macam ini. Gadis itu berbalik, lalu beranjak pergi. "Woy! Gue ngomong sama lo kali! Bukan sama balkon" teriak pria itu menghentikan langkah Zania "Mending lo ngomong sama balkon aja. Mungkin dia lebih paham bahasa planet lo" ucap gadis itu tanpa menoleh. Hanya sebentar, lalu segera kembali berjalan. Vian hanya tersenyum masam. Terus memperhatikan punggung gadis itu yang mulai menghilang. * * * Tanpa di duga, sebuah hari tiba. Memutar balikkan persepsi gadis itu tentang seorang Vian. Gadis itu jatuh cinta terlalu dalam. Sampai saat masa lalunya kembali datang. Mengacaukan kisah cintanya yang sekarang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido