Akankah Serpihan Bunga Terakhir Ini Mendukung Kebahagiaanku

Akankah Serpihan Bunga Terakhir Ini Mendukung Kebahagiaanku

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 17, 2022
Namaku Wedar, Aku mempunyai kehidupan yang membingungkan, Aku mempunyai istri yang tidak setia, sudah lelah aku menegur tetapi tidak didengar, tidak menghargaiku sebagai suami karena faktor ekonomi, tetapi aku tetap mencintainya seumur hidup.. Disaat aku berangkat bekerja, ia kadang pergi dengan lelaki. Tau tentang itu karena pernah membuka pesan di hp, dan suatu hari tibalah azab menimpanya.ia tiba - tiba mengirimkan pesan ''Sayang, T_T, q Positif HIV Aids ''. Sangat terkejut mengetahui itu, hal pertama yang aku sedihkan bukan umur yang pendek karena penyakit itu, bukan karena takut menularkan kepadaku tentang penyakit itu, tetapi yang buat aku menangis adalah tentang kedua Anakku, apakah mereka tertular penyakit itu...Aku emosi,dan benci, karena mikir kebahagiaanmu sendiri, sekeluarga terkena imbasnya. Aku bertanya pada istriku, kenapa kamu melakukan semua ini? dia tetap menyalahkan aku, dan bilang "aku cemburu tau kamu searching2 tentang open BO". Aku pun menjawab: kamu duluan buat aku cemburu dengan chatting mesra ,bahas hal privasi dengan lelaki lain, yang sebenarnya terjadi adalah q ingin sekedar tenangkn pikiran,dan curhat saja dengan cewek Bo itu,ketika bertemu pun tidak menghianatimu sayang, malah q menyadarkan mereka dengan bertemu sembari membawakan Mukena dan sajadah untuk mereka sholat,kalau tidak percaya silahkan dichatting nomor2 ini.sumpah,q nggk hianati,q benar menyadarkan mereka. Aku pun segera pergi dan merenung di pinggir sawah dan sadar bahwa rasa saling percaya dan terbuka itu harus di pegang teguh di dalam pernikahan,bergumam dalam hati, umur kita tinggal sebentar, sambil mengambil bunga, jika aku lanjutkan hubungan ini akankah Bahagia, aku potek satu per satu sembari berkata, Bahagia, Tidak Bahagia, Bahagia, Tidak Bahagia, Bahagia, Tidak Bahagia, di potekan bunga terakhir mengarah ke kata Bahagia . Maka aku pun tetap melanjutkan dan memaafkan semua kesalahannya.aku tahu umurku tidak lama lagi,q harus perbanyak ibadah untuk bekal ku nanti.END
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • About Love Story Q & A
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • My Baby's Father [New Version]
  • USAI? (On Going)
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • BINA
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • I Hope You Love Me [FINISH]
  • Miracle You (Tamat)

"Hancur........ Hanya kata hancur yang dapat menggambarkan keadaan ku saat ini. Terjebak dalam permainan dunia yang begitu mengerikan. Lihatlah, bahkan tubuhku pun telah dikalahkan oleh dunia, lemah tak berdaya. Dunia berlaku tak adil terhadap hidupku. Bahkan cerita cinta yang ku damba pun mengkhianati hati ku. Tak adil bukan?" - Qiyamira Whilert "Dia cantik, Dia memiliki hati yang berbeda, Dia wanita sempurna dengan segala materi yang dimilikinya. Aneh, Dia selalu mengatakan dunia ini tak adil padanya. Dia selalu menyalahkan dirinya. Aku tak tahu betul masalah pribadi yang dihadapinya, tapi Dia berusaha menyeretku dalam masalah hati yang pelik. pertanyaan ini selalu berputar di otakku "Akankah aku terseret dalam gelombang hatinya? Lantas bagaimana cara ku menghadapinya?" - Abdi Primasurya

More details
WpActionLinkContent Guidelines