The New Light For Ex-Antagonis

The New Light For Ex-Antagonis

  • WpView
    Lecturas 2,561
  • WpVote
    Votos 240
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 12, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Setelah semua kesakitan yang ia dapatkan, Charlotte Freyya Abraham berhenti menjadi bagian dari Abraham. Dengan kata lain ia dikeluarkan dari keluarga Abraham secara tak terhormat. Dealiza Peonita. Gadis yang tiba-tiba muncul ketika Charlotte berada di dalam titik paling terendah dalam hidupnya. Menawarkan cahaya baru bagi Charlotte. Charlotte menerima uluran tangan Dealiza dan sejak saat itu keduanya menjadi saudara yang tak terpisahkan. Ini adalah kisah seorang mantan antagonis dan seorang introvert yang begitu manis sebagai dua saudara yang tak terpisahkan. Note: Aku seorang penulis genre yuri jadi maaf--aku menambahkan tagar shoujo ai hehe tidak kuat akhirnya. Aku tak sabar menulis hal yang manis di cerita ini!
Todos los derechos reservados
#952
antagonis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Last Letter
  • ALKASYHA√
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Lovasya
  • NAWACITA [TERBIT]
  • Bukan Cerita Kita
  • Red Circle [END]
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • The Charmed Abyss

Sebelumnya inzie tak pernah menyangka akan mendatangi rumah yang sudah selama 6 tahun ini ia tinggalkan. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit. Rumah dimana batinnya terus disiksa. Seharusnya inzie tahu, bahwa ketika ia menginjakkan kakinya kembali disini. Ia sudah tak akan sebebas dulu lagi. "Kak, kata mama aku punya seorang kakak yang akan datang. Dan itu adalah kakak. Kakak memiliki mata hijau, persis seperti yang mama ceritakan. Jadi, kak namaku Arnessa. Kalau kakak siapa? Kata mama aku harus bertanya sendiri." Saat Arnessa menyebutkan nama "mama" berulang kali. Itu membuat pandangan inzie semakin dingin. Ia menyentak kasar tangan arnessa yang masih betah melingkari pergelangan tangannya. "Dengar ya, sampai kapanpun aku tidak mempunyai adik. Ingat itu baik-baik." Perkataan penuh penekanan yang dilontarkan oleh inzie membuat arnessa terhenyak. Ternyata kakaknya tak menyukai keberadaannya. Copyright © by inestyanifa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido