Pelangi Dimalam Hari [ Puisi ]

Pelangi Dimalam Hari [ Puisi ]

  • WpView
    MGA BUMASA 1,245
  • WpVote
    Mga Boto 358
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Apr 23, 2024
Seperti layaknya hujan yang rela jatuh ke bumi. Demi tumbuhan di seluruh jagad agar tumbuh dengan segar dan bunga bunga yang mekar. Dulu aku telah rela menjadi hujan yang jatuh. Dan sekarang aku rela reda untuk keluar nya sang pelangi yang indah. Demi tumbuhan dan bunga yang telah mekar agar melihat warna warni di cakrawala yang telah bahagia dari kesedihan yang mendalam. Terimakasih. Selamat membaca
All Rights Reserved
#67
antologipuisi
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • From Leiden
  • baby boy
  • Transmigrasi Kematian Istri (end)
  • Gus Abizar
  • TENTANG AWAN, HUJAN, dan BUMI
  • harapan yang pupus
  • Rain-A
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]

Di luar hujan rintik membasahi bentaran langit dan rerumputan yang tumbuh disekitar halaman dan ayunan. Entah pertanda apa yang mengundang cuaca sesendu hatiku selama 6 tahun silam. Senyuman-senyuman indah sudah kewajiban tersendiri bagiku untuk orang-orang yang kusayang disekelilingku. Semakin lama aku mengunyah makanan semakin deras pula hujan yang menyapa. Seperti ada yang tertarik untukku berlama-lama melepaskan kerinduan tersendiri untuk sahabat lamaku. sepertinya Allah sedang menunjukkan kesedihanku lewat cuaca. "Assalamuallaikum kio taufan." tiba-tiba suara pria mengetuk pintu rumah mereka. "Siapa itu hujan hujan bang?." tanya kiori dengan suaminya yang dia mulai berdiri untuk menuju pintu. Lalu tangan taufan cepat meraih tangan kiori agar kiori tetap berada di meja makan tetapi niatnya kuhentikan karna kulihat wajah dan mata mereka saling beradu seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. "Biar aku saja taufan yang membuka pintunya, akukan sudah selesai makan kalian lanjutkan saja makannya" kuraih handphoneku agar dapat berkaca untuk membenahi jilbabku yang tadinya rusak kurasa. Lalu ku buka pintu dengan pelan dan kulihat seseorang yang berdiri dihadapanku. "Asstaghfirullah Rifqy." bagaikan kilat yang menyambar jantungku, handphoneku pun terjatuh dari genggaman tanganku. "Dhe...a!" lalu dia berpaling dari hadapanku dan berlari di bawah derasnya hujan yang mengguyur halaman rumah sahabatku. berlalu menuju mobil dan sama sekali tidak mau melihatku. "Tunggu sebentar!" lalu kukejar dia mengarah mobilnya tetapi dengan tancap dia meninggalkanku dengan hujatan air hujan yang membasahi jilbab serta tubuhku, dibawah derasnya hujan yang menghujat perasaanku. Kutelungkupkan tangisanku dan rasa sesalku untuk mengejarnya, kulihat dengan samar alphard merah semakin meredup dan hilang di tikungan simpang empat. Tatap aku, rasakan tangisku rifqy....

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman