Kamu Yang Kemarin Dan Hari Yang Lain

Kamu Yang Kemarin Dan Hari Yang Lain

  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 19, 2022
Yang kemarin yang berlari-lari di halaman kasih Yang kemarin tentang kamu yang tersimpan sendiri Yang kemarin yang kuingat ketika aku tetap bergeming sunyi Yang kemarin, yang kemarin aku jatuh hati sendiri. Biar kuperlihatkan, satu anak pribumi yang mendamba hati kepada hujan yang selalu sunyi, kepada senja yang sendiri, kepada pemilik hati yang dekat namun jauh untuk disinggahi. Jadi, akan kuperkenalkan dengan 'siapa' sosok 'kamu' dalam bait puisi sunyi ini. Sosok kamu dan hari yang lain.
Todos los derechos reservados
#986
sastra
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Your Poem
  • KONSEKUENSI HATI
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
  • Aksara Tak Bertuan

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido