We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Remember me

Remember me

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 16, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
aquila atau biasa dipanggil Ila adalah perempuan dengan Short term memory loss. Sindrom tersebut mulai dirasakannya saat setelah peristiwa jatuhnya perusahaan ayah Ila tepat di hari ulang tahunnya yang ke sepuluh. ia anak yang ceria dan mudah bergaul namun dengan sindrom yang dialaminya dia hanya bisa memepertahankan ingatannya dalam waktu singkat. Dalam sebuah pertemuan antar sekolah tahunan Ila diikutsertakan untuk menggantikan teman sekelas nya yang sakit. Namun saat ia tengah berangkat menuju lokasi pertemuan tiba-tiba saja ia terjatuh dan tidak sengaja merusak ponselnya yang juga terlempar dari genggamannya. Ia jelas bergantung pada ponselnya yang merupakan sumber komunikasi dan informasi bagi dirinya sehingga peristiwa yang menimpanya sangatlah berakibat fatal. Saat itu yang dipikiran ila hanya meminta bantuan orang lain. Untungnya ia bertemu dengan seseorang yang juga mengikuti pertemuan yang sama dengannya. Namun bantuan yang diberikan oleh seorang pria sebayanya itu memiliki persyaratan, yang pada akhirnya ila setujui begitu saja. "Jadilah pacarku selama satu bulan." Altair tidak tahu bahwa kata-kata yang di lontarkannya kala itu membuatnya terjebak dalam hubungan rumit antara dirinya dengan Aquila, seorang pelupa tingkat dewi.
All Rights Reserved
#55
teenlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • DANADYAKSA
  • Zenon and Savea (COMPLETED)
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Let Me Love You Longer
  • MEISYA
  • 𝔸𝕃𝕍𝕀𝕃𝕐�𝔸 (End)
  • Last but Not Least
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Teruntuk Luka [Completed]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines