MONOLOG RASA

MONOLOG RASA

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 28, 2023
"Kamu mau kemana?" tanya Kara, lelaki itu berlari kecil menghampiri gadis berambut coklat tersebut. "Pergi." Jawabnya lirih. Kala tetap pada langkahnya, berjalan cepat. "Pergi kemana? Biar aku yang antar." Kara meraih pergelangan tangan Kala, membuat keduanya berhenti dan beradu pandang. "Ke tempat yang menganggap ku ada dan kau cukup diam disini, di tempat yang hanya ada kamu dan duniamu di dalamnya." Kala menepis cekalan tangan pria yang bertubuh tegap tersebut. Ia melangkah pelan namun pasti, meninggalkan tempat yang tidak pernah ada Ia di dalamnya. Askara terdiam, melihat belakang punggung perempuan pemilik nama indah tersebut. "Sudah jauh ini kah aku mengabaikan mu? Sampai kamu memilih pergi dari tempat yang sempat kau sebut sebagai duniamu?" Ujar Kara monolog.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • When Our Hands Meet
  • ALLAND
  • tentang sebuah rasa
  • Kara: I Left God at The Door
  • Peta Langit
  • SAME BUT DIFFERENT (Vkook/taekook)
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • ELARA

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines