MONOLOG RASA

MONOLOG RASA

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 28, 2023
"Kamu mau kemana?" tanya Kara, lelaki itu berlari kecil menghampiri gadis berambut coklat tersebut. "Pergi." Jawabnya lirih. Kala tetap pada langkahnya, berjalan cepat. "Pergi kemana? Biar aku yang antar." Kara meraih pergelangan tangan Kala, membuat keduanya berhenti dan beradu pandang. "Ke tempat yang menganggap ku ada dan kau cukup diam disini, di tempat yang hanya ada kamu dan duniamu di dalamnya." Kala menepis cekalan tangan pria yang bertubuh tegap tersebut. Ia melangkah pelan namun pasti, meninggalkan tempat yang tidak pernah ada Ia di dalamnya. Askara terdiam, melihat belakang punggung perempuan pemilik nama indah tersebut. "Sudah jauh ini kah aku mengabaikan mu? Sampai kamu memilih pergi dari tempat yang sempat kau sebut sebagai duniamu?" Ujar Kara monolog.
Todos los derechos reservados
#863
poetry
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SAME BUT DIFFERENT (Vkook/taekook)
  • Kara: I Left God at The Door
  • Langkah baru bersama mu
  • Young Papa
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • ARTEMIS
  • ALLAND
  • Peta Langit
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • When Our Hands Meet

Cerita ini murni karangan saya sendiri. Maaf bila ada kesamaan nama, latar/tempat dan gambar, tidak ada unsur kesengajaan. Terimakasih. happy reading.. "Hyung, sudahlah jangan menangis lagi. Mungkin ini sudah jalan-Nya. Lebih baik kita do'akan mereka agar tenang disana." Namja manis itu masih memeluk hyung-nya yang baru saja ditinggal orang tuannya. Jdeeeerrrr... "Hyung, sepertinya sebentar lagi hujan akan turun. Lebih baik kita segera pulang, Hyung!" "Aku harus pulang kemana, Kook? Sedangkan rumahku saja sudah pasti disita untuk melunasi hutang. Aku sebatang kara.. hiks Aku ingin menyusul Oemma dan Appa saja,, Kook.. hiks.." "Hyung jangan bicara begitu, kau masih punya aku. Bukankah Hyung sendiri yang bilang, kalau sudah menganggapku seperti adik kandung Hyung sendiri. Pulanglah bersamaku, kita akan tinggal bersama di apartemenku, Hyung." "Aku tidak mau menyusahkanmu, Kook. Aku bisa tidur disini saja, hiks.. sekalian menemani Oemma dan Appa. Mereka pasti kedinginan di dalam sana.. hiks" Youngi memeluk makam kedua orang tuannya erat. "Kau tidak pernah menyusahkanku, Hyung. Justru aku senang bisa tinggal denganmu, itu artinya aku tidak akan kesepian lagi di apartemen dan tak perlu takut jika mati lampu. hehehe" Jungkook memang takut gelap. Namja manis itu berusaha menghibur hyungnya yang masih menangis pilu akibat ditinggal oleh orang tersayangnya. "Ayolah,, Hyung.. mau ya tinggal bersama Kookie yang imut ini.." Jungkook melemparkan aegyo nya berharap Youngi bisa sedikit terhibur. Youngi sedikit tersenyum "arraso, kajja kita pulang_ Oemma,, Appa,, Suga pulang dulu ya. Jaga diri kalian baik2 disana. Aku sangat menyayangi kalian.. hiks" (Suga adalah panggilan kesayangan Youngi) Akhirnya Youngi beranjak dari pusara kedua orangnya dengan dipapah Jungkook. Namja manis itu sesekali mengelus pundak Hyungnya untuk menyalurkan sedikit ketenangan. maaf kalau kurang dapet feel nya, saya masih baru. hehe semoga readers menyukai ceritanya.. :-) annyeong..

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido