MONOLOG RASA

MONOLOG RASA

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 28, 2023
"Kamu mau kemana?" tanya Kara, lelaki itu berlari kecil menghampiri gadis berambut coklat tersebut. "Pergi." Jawabnya lirih. Kala tetap pada langkahnya, berjalan cepat. "Pergi kemana? Biar aku yang antar." Kara meraih pergelangan tangan Kala, membuat keduanya berhenti dan beradu pandang. "Ke tempat yang menganggap ku ada dan kau cukup diam disini, di tempat yang hanya ada kamu dan duniamu di dalamnya." Kala menepis cekalan tangan pria yang bertubuh tegap tersebut. Ia melangkah pelan namun pasti, meninggalkan tempat yang tidak pernah ada Ia di dalamnya. Askara terdiam, melihat belakang punggung perempuan pemilik nama indah tersebut. "Sudah jauh ini kah aku mengabaikan mu? Sampai kamu memilih pergi dari tempat yang sempat kau sebut sebagai duniamu?" Ujar Kara monolog.
All Rights Reserved
#863
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Our Hands Meet
  • ARTEMIS
  • ELARA
  • Dirava (Dira, Rara, Arva).
  • Xagala
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Langkah baru bersama mu
  • Diantara mereka
  • ALLAND

"Aku yang selama ini disini. Kemana saja kau selama ini, tidak menyadari betapa berharganya aku?" Air mata keluar dari sudut mata Pian. "Tidak Pian. Aku tahu. Sebentar. Sebentar lagi saja. Tunggu sebentar lagi. Tetap pegang tangganku." Lia yang berkata agar Pian menggenggam tangannya, malah melepas genggaman tangan Pian dan berbalik pergi darinya, menunjukkan indahnya punggung mungilnya yang semakin lama semakin tak tampak lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines