Story cover for ILUSI (END) by inischolarly_
ILUSI (END)
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Jul 21, 2022
Blurb:

"Brakk!" aku terjatuh karena menabrak seseorang, itu karena salahku sendiri, mengapa juga harus lari-lari di koridor segala.

"Kamu tidak apa-apa," tanya seseorang yang tadi kutabrak. 

"Aku tak apa, maaf sudah menabrakmu," kataku dengan rasa bersalah. 

"Tidak masalah," katanya dengan tersenyum menatapku. 

Ya Tuhan!, mengapa tatapannya seperti itu, dan lihat senyumannya, manis sekali!. 

"Hai kamu kenapa?," suaranya membuyarkan lamunanku.

"Oh maaf, tidak aku tak apa-apa," kataku gugup, ia kembali tersenyum.

"Ya sudah aku Pergi dulu," aku mengangguk dengan spontan, tanpa berkata sepatah kata pun, sampai lupa mengajaknya untuk berkenalan terlebih dahulu. 

Aku menepuk jidatku sendiri, "Ya ampun!, harusnya tadi aku ajak kenalan dia,"
All Rights Reserved
Sign up to add ILUSI (END) to your library and receive updates
or
#828sadgirl
Content Guidelines
You may also like
𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠 by alurrida_
18 parts Ongoing
"Tentang cinta yang datang, pada titik pertemuan yang tak pernah direncanakan." ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ Rama dan Aida, dua orang insan yang tak sengaja bertemu, ketika takdir sedang mempermainkan keduanya dalam tabu. Tabu yang tak pernah mereka sadari. Tentang rumah yang rusak, cinta pertama yang retak, dan dunia yang seolah tak pernah berpihak. Hingga di sebuah titik pertemuan itu, mereka terjerat dalam sebuah perasaan yang tak pernah mereka sadari, tak terlihat, bahkan tak sempat terucap. Perasaan asing yang membingungkan, melelahkan, namun juga ikut menguatkan. Seolah obat, yang mampu mengeringkan luka lama akibat kekecewaan, kerinduan, serta ketidakberdayaan. Ya, sebuah cinta telah hadir disetiap inci hati mereka. Memberikan getar dan degup yang belum pernah dirasa. Namun disaat yang bersamaan, takdir kembali membuka permainannya. Mengusik masa lalu hingga perlahan menorehkan luka baru, dikedua hati yang baru saja merasakan cinta. Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka tetap akan mempertahankan perasaan yang perlahan membesar itu? Atau malah terperangkap dalam permainan takdir yang didasari oleh masa lalu yang kelam? Mari kita lihat bersama! ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ "Aku, menemukan mata Bunda dikedua matanya. Namun sepertinya, takdir tak mengizinkannku untuk terus menatap netra itu sepanjang nyawa." -Rama Kanziano Azrandra "Dan pada akhirnya, hidup hanya tentang datang dan pergi, mengenal lalu melupakan, serta bahagia kemudian terluka. Bukankah seperti itu cara kerja dunia?" -Andana Raidani Putri Update: Hari tidak tentu tapi 1 minggu update 2 kali
Rindu Senin Pagi by Rizardila
25 parts Complete
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
You may also like
Slide 1 of 10
RAHASIA LAMPU KOTA (✔) cover
𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠 cover
Rindu Senin Pagi cover
Semu [Completed] cover
Without You cover
Welcome Home, Saga!  cover
Be With You (Completed) cover
Segitiga Bermuda cover
Love From Coercion cover
Benalu [Terbit] cover

RAHASIA LAMPU KOTA (✔)

25 parts Complete

[ s e l e s a i ✅ ] [SEBUAH KISAH PENANTIAN DALAM KEDEWASAAN TAK BERUJUNG] "Bagaimana kalau suatu hari aku yang membuat Kakak jatuh?" "Kakak akan tetap suka." "Kenapa?" "Sederhana." "Maksudnya?" "Kamu sudah sering melakukannya." "Kapan?" "Setiap kali. Dan kamu satu-satunya yang berhasil melakukannya berkali-kali." Auristella Arabelle adalah seorang gadis pecinta hujan dan jajaran lampu kota di seberang rumahnya. Seorang script writer asal SMP Star Glory. Cerdas nan dewasa namun tumbuh dari keluarga yang dingin. Dirinya terbiasa menjalani hari-hari secara mandiri dan tidak terlalu mempedulikan lingkungan sekitar. Steve Elvan Dionne. Seorang lelaki biasa saja dalam segala hal, dingin, dan semena-mena. Juru kamera dan editor andalan SMP Star Glory yang selalu memperdebatkan pendapat orang yang secara tak sengaja ia sayangi. Hancur. Kata yang selalu mendeskripsikan keluarganya yang harmonis sesaat setelah kedatangan seseorang yang seakan-akan dirinya sendiri. Pertemuan keduanya mengharuskan mereka menghancurkan kutub dalam hati masing-masing. Sayangnya, nasib berkata lain. Membuat seorang script writer perfeksionis harus kembali menulis skenario hidupnya sendiri bersama seorang penghancur hidup sang juru kamera yang selama ini merekam jejak mereka.