ILUSI KETULUSAN (END)

ILUSI KETULUSAN (END)

  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 16, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Love Triangle
Suspense
Blurb: "Brakk!" aku terjatuh karena menabrak seseorang, itu karena salahku sendiri, mengapa juga harus lari-lari di koridor segala. "Kamu tidak apa-apa," tanya seseorang yang tadi kutabrak. "Aku tak apa, maaf sudah menabrakmu," kataku dengan rasa bersalah. "Tidak masalah," katanya dengan tersenyum menatapku. Ya Tuhan!, mengapa tatapannya seperti itu, dan lihat senyumannya, manis sekali!. "Hai kamu kenapa?," suaranya membuyarkan lamunanku. "Oh maaf, tidak aku tak apa-apa," kataku gugup, ia kembali tersenyum. "Ya sudah aku Pergi dulu," aku mengangguk dengan spontan, tanpa berkata sepatah kata pun, sampai lupa mengajaknya untuk berkenalan terlebih dahulu. Aku menepuk jidatku sendiri, "Ya ampun!, harusnya tadi aku ajak kenalan dia,"
All Rights Reserved
#117
arhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • you again ✔
  • Apakah aku pembawa sial?
  • Menyerah atau Bertahan?
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • Rindu Senin Pagi
  • Be With You (Completed)
  • Amērta.

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines