Runaway Secretary

Runaway Secretary

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 27, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Aluna! apa apaan ini? sudah saya bilang laporannya diperbaiki, namun apa yang saya dapat?" sentak seorang pria seraya memijat pelipisnya "Maaf pak" cicit Aluna menundukkan kepalanya, mampus! dia lupa memperbaiki laporannya namun semua ini tetap saja gara-gara siapa lagi kalau bukan bosnya "Hati-hati kamu! kalau lakukan sekali lagi bisa saya pecat" ancam pria itu dengan tegas sambil memandang Aluna, sekertarisnya. Tak habis pikir, biasanya Aluna mengerjakan dengan baik namun sebenarnya apa yang terjadi pada wanita itu? Aluna membuka matanya lebar, kembali mengangkat kepalanya senyum sumringah terpancar diwajahnya "Daripada dipecat, saya mengajukan resign aja pak!" ucap Aluna dengan nada polos tampang tak berdosa nya "ALUNA!!" sentak pria itu, bosnya **** Aluna Syahira Putri, Sekertaris kompeten, biang masalah yang tidak ada sehari tanpa ulahnya, sudah 2 tahun lamanya ia kerja dengan menghadapi bosnya yang sulit ditebak, ingin resign namun selalu ditolak oleh bosnya padahal ia sudah menyiapkan surat keramat untuk bosnya itu. "Mohon segera ACC surat saya pakk" jeritnya tiap pagi di ruangan bosnya Daniel Mahesa, Direktur muda, tegas, namun semua harus dipersiapkan oleh sekertarisnya, selalu merepotkan Aluna dan menolak mentah-mentah surat keramat yang ditulis dengan penuh "cinta" oleh sekertarisnya itu. "Enak saja kamu! tidak akan pernah saya ACC" Jawaban Daniel padahal selalu tegas namun kenapa wanita ini tidak mengerti juga?
All Rights Reserved
#159
kantor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Personal Assistant! ✔️
  • DUDA TAMPAN
  • Senin Sampai Jumat, kita [on going]
  • GOODBYE BOSS, HELLO HUSBAND!!! ♡SELESAI♡
  • On My Way(Crazy Bos)
  • The Devil Boss [TAMAT]
  • Fix You
  • Boss Is Annoying ✔️
  • Yes, Sir!

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines