Namanya, Kalendra

Namanya, Kalendra

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Alena tidak pernah menduga jika seorang junior di kantornya yang dia anggap layaknya adik sendiri justru menjadi orang yang paling berjasa dalam menyembuhkan luka hatinya. Namanya Kalendra, pria polos dan kolot yang hanya bersikap seenaknya di depan Alena saja. Pria yang kemudian menjadi penawar paling ampuh untuk rasa sakit yang Alena derita.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Thank's Brother [COMPLETED]
  • Jalan Cinta
  • ALTAN
  • SANA
  • Alanna(On Going)
  • Jar of Hearts ( Versi Terbit Diandra's Marriage )
  • Lana [Tamat]
  • KALANA
  • The Boat of Blossoms

Tamara Naldia Bevani atau yang biasa dipanggil Ara adalah seorang gadis berumur 18 tahun yang kini baru saja masuk ke salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dirinya tinggal di daerah metropolitan Jakarta Pusat. Ia merupakan pribadi yang ceria, cerewet dan juga polos. Ara juga dikenal dengan tingkah pecicilannya. Ia tinggal di keluarga yang bisa di bilang tidak harmonis. Orang tuanya cenderung sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing. Bahkan mereka seolah lupa bahwa mereka memiliki anak yang haus akan kasih sayang. Memiliki fasilitas dan kehidupan mewah bukanlah hal yang Tamara impikan, karena ia sadar bahwa ada hal lain yang jauh lebih ia butuhkan daripada itu, yaitu perhatian orang tuanya. Hal itu tidak hanya ia rasakan seorang diri, karena kakaknya pun berapa di posisi yang sama. Adika Rayanza Bevani adalah seorang mahasiswa yang kini menginjak semester 3. Ia mengambil jurusan kedokteran. Andika atau yang biasa disapa Dika itu memiliki otak yang cerdas dengan karismanya yang tinggi. Dirinya juga dikenal sebagai sosok pria tampan yang berwatak dingin dimata orang, tetapi tidak jika dihadapan adiknya. Hidup sebagai anak pertama tidaklah mudah. Dia harus mengemban tanggung jawab untuk menjaga keluarga termasuk adiknya. Sadar bahwa orangtuanya tidak bisa memberikan perhatian kepada mereka, maka ia merasa perlu untuk memberikan kasih sayang lebih kepada adiknya seperti sebagaimana seorang kakak lakukan.Hingga tibalah masa dimana ia harus menelan kenyataan pahit atas kejadian naas yang menimpa adiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines