Kapan Kami Kaya ?

Kapan Kami Kaya ?

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 22, 2022
Kapan kami kaya? Kalimat seperti itu terus yang Ibu dan Abang ku suarakan kepada Bapak. Jika saja tidak dosa untuk menyakiti sesama. Sudah ku gunting lidah mereka. Aku tidak tahan kalau mereka terus-terus saja menyiksa Bapak yang hanya mampu menjual rujak gerobakan. "Kapan sih kita kaya nya? Lihat tuh si Engkus. Udah bisa beliin mobil buat binik sama Anaknya. Kalau tau bakal hidup melarat. Ibu ogah nikah sama, Bapak!" telingaku memekak, saat Ibu dengan beraninya membandingkan Bapak dengan mantan pacarnya yang tinggal hanya bersebrang desa dengan kami. Tapi, Bapak hanya tersenyum saja sambil menata mangga muda di gerobak. "Kalau mau kaya, cukup setiap hari jangan tinggalin shalat sunnah qobliyah subuh, lebih baik dari dunia dan seisinya, Buk. Pahalanya menggunung. Melimpah. Kita kaya di hadapan Allah." Aku juga bukan ahli ibadah. Kadang shalat, kadang enggak. Tergantung mood. Tapi untuk memaksa keadaan kaya, aku tidak terlalu seperti Ibu dan Abang. Sampai di mana aku ikuti ucapan Bapak yang setiap hari akan ia bisikan di telingaku jika waktu Adzan subuh sudah tiba. Dulu yang terasa berat. Mengapa sekarang terasa ringan dan ingin sekali ku lakukan? Aku menanti esok pagi, sebelum subuh.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Dear Mia
  • Hah Kita Nikah??? Masa Sih?
  • Yang Terlupakan
  • Sewindu
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Home (Completed) (Repost)
  • Gak Di Sangkah Ternyata' Aku Di Jodohkan Dengan Dirinya

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido