Little Things About Love

Little Things About Love

  • WpView
    LECTURAS 1,516
  • WpVote
    Votos 117
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 10, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Jatuh cinta? Hal samar yang belum gadis berlesung pipit itu mengerti. Ia hanya tahu kalau sosok bermanik tajam di balik bingkai kacanya sangat menarik, dan ia suka hingga memberanikan diri mengucapkan dua kata itu. "Ayo pacaran!" Bodoh. Itu adalah dua kata terbodoh yang pernah keluar dari mulutnya, seumur hidup rasa malu pada hari ini tidak akan bisa terlupakan. Ah, andai waktu dapat diputar ulang. Bisakah? ••• Hi, welcome to my secret. @secret_lan here! Silahkan baca dan nikmati kisah ringan ini, semoga kamu suka serta bahagia di dunia.
Todos los derechos reservados
#145
obsessed
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta dalam Diam(End)
  • Because I'm Stupid (End)
  • New TOY~jr.
  • Character Boyfriend's
  • When Two Hearts Collide
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • RAFKA [REVISI]
  • Si Cuek & Si Manis [END]
  • Game Of Obsession

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido