Story cover for Mars dan kepergiannya by alnafsya
Mars dan kepergiannya
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 23, 2022
Awalnya, Venus membantah keras tentang statment "Cowo sama Cewe itu gak akan mungkin bisa sahabatan. Pasti salah satu di antara mereka ada yang jatuh cinta"
Sampai akhirnya, salah satu di antara mereka ada yang jatuh cinta duluan. 

Persahabatan yang telah di jalin oleh Mars dan Venus harus kandas begitu saja karena salah satu di antara mereka sudah ada yang menaruh rasa, Mars Althair. Ia jatuh cinta pada gadis berambut panjang yang ia temui 11 tahun yang lalu. 

Ada rasa kecewa di hati Venus. "Kenapa lo harus jatuh cinta sama sama gue, Mars."

"Rasa itu dateng gitu aja, tanpa bisa gue cegah."

Kehilangan bukan cuma tentang yang gak lagi ada, tapi tentang yang hilang tapi ada.
****

Jika memang ada rasa, nyatakan sebelum rasa kehilangan yang mengungkapkan. 
    - Tittania Venus Annayya

Maaf karena tak lagi bisa bersama mu untuk waktu yang lama. 
    - Mars Althair

****

NOTED:
INI CERITA MURNI DARI PIKIRAN AKU SENDIRI, PLAGIAT JAUH JAUH!!! DOSA BESAR POKOKNYA KALO PLAGIAT!! 

aku penulis pemula, jadi kalo ada yang kurang sesuai komen aja yaa... 
kasi tau aku yang mana yang bener hehehe

Hi all, ayo baca cerita ku. 
jangan lupa vote and komen, oh yaa sebelum baca sabii la follow duluu ahahaha
thankyouuu luv<3
All Rights Reserved
Sign up to add Mars dan kepergiannya to your library and receive updates
or
#602gombal
Content Guidelines
You may also like
Selamat Siang dari Pluto [END] ✅ by umbrecella
55 parts Complete
Complete dalam 24 hari ^.^ "Gue capek jadi anak baik." ucap Gladis duduk di motor yang terparkir di arena balap. "Lo anak cewek, abang lo bakal marah liat lo disini." Venus, sang empunya motor berkacak pinggang menatap Gladis. "Emang kenapa kalo gue anak cewek? mereka juga cewek, kenapa gak lo larang juga?" ucap Gladis. "Gladis!" Bukkkk "Venus!!!" pekik Gladis segera turun dari motor Venus dan membantu cowok itu untuk berdiri. "Pulang!!" cowok yang tadi memukul Venus, menarik paksa tangan Gladis. "Lo apa-apaan sih?!! Punya otak gak?!" seru Gladis melepas paksa lengannya dari cowok itu. "Itu Karel kan?" bisik orang-orang yang ada di sekitar sana. "Jauhin dia." Karel menepis tangan Gladis yang masih memeluk lengan Venus yang tadi di bantunya. "Jangan kasar sama cewek." ucap Venus menghentikan pergerakan tangan Karel yang hendak menarik tangan Gladis. "Lo jangan pernah deketin Gladis lagi, atau urusan lo makin panjang sama gue." Karel mencengkram kerah baju Venus. "Karel stop! Venus lo gapapa kan?" seorang gadis datang mendorong Karel. "Brillova lo kenapa kesini?" Venus meraih tangan Brillova untuk menariknya ke balik punggung. "Sekali lagi gue ingetin, jauhin Gladis!" Karel menarik paksa Gladis dari tempat yang di penuhi anak malam itu. >Gladis Nelsaf Anjani Hidupnya adalah kanvas kosong yang hanya boleh dirinya lukis sendiri. Warna-warninya akan tutupi betapa putih hidupnya yang lalu. Dia ingin tunjukkan kehadirannya, ialah sang Pluto yang hilang. >Venus Julian Anak laki-laki yang selalu dikelilingi para gadis cantik. Keindahannya bak Bintang Senja yang selalu dikagumi dari bumi. Ia tidak pernah terbiasa dengan kesendirian. >Karelfian Angkasa Hidupnya luas, namun terlalu sunyi. Ia ingin memberi dan menjadi arti bagi orang lain. Kesunyiannya hanya terlalu senyap untuk di rengkuh, tapi masih cukup ruang di hatinya untuk diisi kehangatan arti cinta. Start : 21/01/2020 End. : 13/02/2020
You may also like
Slide 1 of 9
Eh, Mars!  cover
My Absurd Ex [END] cover
Selamat Siang dari Pluto [END] ✅ cover
10 Pertanda Cinta cover
Ragashka [END] cover
Mars untuk Venus  cover
Thoughts Unsaid  cover
FIZYA cover
FRIEND ZONK cover

Eh, Mars!

62 parts Complete

Venus membenci Mars tanpa penolakan. Tak ada yang lebih menyebalkan selain melihat sosok cowok dingin, ketus dan angkuh itu di matanya. Baginya, Mars hanyalah cowok yang selalu membuat matanya mendadak perih setiap kali melihatnya. Sampai akhirnya saat Venus sedang berdamai dengan dunia sekolah menengah atasnya, dunia Venus kembali terancam dengan kehadiran sosok cowok angkuh yang sudah lama tak menampakan diri di depan Venus. "Kenapa lo di sini sih?" "Suka-suka gue." "Jangan bilang lo ngikutin gue!" "Kalo iya, kenapa?" Mata Venus terbelak. "Sayangnya itu cuma mimpi lo." sambung Mars angkuh dan kemudian pergi dari hadapan Venus. Eh, Mars! © Faradillazh