Kehidupan Taufan dari masa lalu smiley face, hingga sekarang emo face.
"Hahaha definisinya terluka, tapi nggak berdarah." -Upan.
"Juga, aku bukan robot, yang nggak punya perasaan. Aku manusia. Sama kayak kalian. Bisa sakit hati. Bisa kecewa. Bisa marah. Bisa nangis. Bahkan bisa..nekat." -Upan.
"Oh wow, ternyata semakin dewasa...semakin sulit juga ya, untuk mencari letak kebahagiaan itu dimana." -Upan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Disini kita belajar, bahwa tidak ada orang yang dapat kita percaya, kecuali dua! Yaitu Tuhan dan diri kita sendiri."
"Hati-hati dengan kata 'JANJI' kalau memang bisa ditepati ya syukurlah ya.. Tetapi, kalau diingkari? Bisa melukai batin seseorang yang sudah dijanjikan, bukan?"
"Sifat dan sikap seseorang beda-beda, dan juga bisa berubah kapan saja. Dalam logika dia terlihat sangat baik. Tetapi didalam perasaan apakah sama? Jawabannya tentu belum. Namanya juga manusia, perasaan bisa berubah kapan saja, entah itu perasaan kecewa, marah, sedih, dan bahagia."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yang Liola ingat adalah dirinya tengah ingin ke warung untuk membeli nasi uduk, namun tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya, setelah itu pandangannya menjadi gelap dan bangun-bangun dia sudah ada di sebuah ruangan asing dengan tubuhnya yang terbalut gaun pengantin mewah.
"Gue di mana sih ini?"
"Kamu ada di rumah saya,"
"Lo siapa?"
"Saya suami kamu, Liola Kalaluna."
"Oh, suami- HAH?!"
.
.
.
.
.
.
JANGAN PLAGIAT, INI ORI HASIL KARANGAN SENDIRI!! MOHON KRITIK DAN SARANNYA SERTA DUKUNGANNYA JUGAAA ^^
Meskipun ceritanya udah tamat, tetep banyakin vote and komenn yaa, soalnya komenan kalian mood bangettt ꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡