Nayara dan Arga tumbuh dalam lingkar pertemanan keluarga yang sama. Mereka sering berada di ruang yang sama, namun jarang saling menyapa. Nayara terlalu sibuk menyimpan rasa pada masa lalunya, sementara Arga memilih mencintai dalam diam.
Setelah lulus kuliah, hidup menuntut kedewasaan lebih cepat. Arga mulai bekerja di BUMN, Nayara memulai langkah sebagai perawat. Di tengah kesibukan dan kelelahan, mereka menyadari satu hal: menunggu tanpa arah justru melelahkan.
Tanpa pacaran, tanpa drama, mereka memutuskan menikah.
Namun cinta tidak serta-merta menjadi mudah hanya karena sudah halal. Menjalani peran sebagai suami istri di usia muda berarti belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan saling memahami kekurangan masing-masing.
Inilah kisah mereka. Tentang cinta yang tidak berisik, tapi setia. Tentang dua orang yang belajar tumbuh bersama, bukan saling menuntut.
Tutti i diritti riservati