Story cover for Anthology by bykarang
Anthology
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Jul 23, 2022
Nicknamed "the City of a Hundred Spires."

Setelah 5 tahun, musim dingin itu kembali. Dengan warna hitam yang masih menjadi warna favoritnya, dengan topik pembicaraan asing yang masih menjadi pilihannya.

Sorot mata mengintimidasi yang masih sama, dingin seperti salju pertama pada waktu itu.

Hari dimana ia kembali seolah waktu sedang mempermainkan segalanya. Aku ingat bagaimana perasaan ceroboh yang melukai. Bagaimana aku selalu menghindari waktu yang membawaku pada ruang menyeramkan itu. Serta bagaimana waktu selalu mengunjungi pada saat yang tidak tepat.

Masih sama.

10 tahun mengenalnya dan kembali pada angka 5 yang paling aku benci. 

"Akhir - akhir ini kamu jadi banyak nulis"
All Rights Reserved
Sign up to add Anthology to your library and receive updates
or
#84lily
Content Guidelines
You may also like
Blonde & The Cold Heart [END] by ZyraJeon_
38 parts Complete
[Versi 2024-2025] ___ Rambutnya blonde, kelakuannya rusuh, dan cowok tuh cuma buat koleksi... sampai ketemu satu yang beda. Zaranne Hamilton disuruh pulang ke Indonesia gara-gara kelakuannya udah kayak bom waktu di Australia. Cewek satu ini doyan drama, hobi ngedeketin cowok cakep terus ghosting, dan anti diatur siapa pun-kecuali mungkin... cowok satu ini. Junael Maxwell Alexander. Dingin, cuek, nggak doyan cewek, dan katanya sih... gay. Tapi masa cowok gay bisa bikin jantung Zee cenat-cenut tiap kali ketemu? Zee punya satu misi: bikin si cowok es batu itu akhirnya ngerasain yang namanya panasnya jatuh cinta. Tapi ternyata, cinta nggak sesimpel flirting doang. Di kampus ini, semua orang punya rahasia. Geng cowok elite, sahabat lama yang chaos-nya kebangetan, dan keluarga yang lebih ribet dari drama Korea. Welcome to the mess. Siap jatuh cinta? Atau malah jatuh mental? ••• "Gue nggak suka cowok yang dingin. Lo tuh kayak AC 16 derajat-bikin beku tapi bikin nagih." "Dan gue nggak suka cewek yang terlalu ribut. Apalagi yang suka ngatur tanpa izin." *** "Lo pikir semua orang bakal suka lo cuma karena lo menarik?" "Nggak juga. Tapi cukup banyak yang susah nolak." *** "Hati-hati. Lo deketin yang salah." "Salah menurut siapa? Menurut gue, ini tantangan." *** "Lo nggak takut disakitin?" "Udah sering. Sekali lagi nggak bakal ngebunuh gue." *** "Kenapa lo nggak pernah ngeliat gue?" "Karena lo terlalu terang. Gue lebih nyaman di gelap." ⚠️WARNING Don't copy my story, please! Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak. Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani. Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.
You may also like
Slide 1 of 10
IGNITES (END) cover
NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING cover
Arsyilazka cover
SOUL HORROR  (True Love) cover
Biru Jingga [SELESAI] ✔️ cover
Once and Never Again cover
Embun di Ujung Semanggi cover
180° [END] cover
Blonde & The Cold Heart [END] cover
DIRA [COMPLETED]  cover

IGNITES (END)

81 parts Complete

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮