Anthology

Anthology

  • WpView
    Leituras 117
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 16
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, fev 12, 2023
WpInfo
Ficção
Romance
Nicknamed "the City of a Hundred Spires." Setelah 5 tahun, musim dingin itu kembali. Dengan warna hitam yang masih menjadi warna favoritnya, dengan topik pembicaraan asing yang masih menjadi pilihannya. Sorot mata mengintimidasi yang masih sama, dingin seperti salju pertama pada waktu itu. Hari dimana ia kembali seolah waktu sedang mempermainkan segalanya. Aku ingat bagaimana perasaan ceroboh yang melukai. Bagaimana aku selalu menghindari waktu yang membawaku pada ruang menyeramkan itu. Serta bagaimana waktu selalu mengunjungi pada saat yang tidak tepat. Masih sama. 10 tahun mengenalnya dan kembali pada angka 5 yang paling aku benci. "Akhir - akhir ini kamu jadi banyak nulis"
Todos os Direitos Reservados
#146
iloveyou
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ex or New? [REVISI]
  • [END] My First Love Lived Next Door
  • SOUL HORROR  (True Love)
  • Arsyilazka
  • Hampir
  • The Sky Before Secrets
  • IGNITES (END)
  • The First, Not the Last
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo