Awan dan Sendu Nya

Awan dan Sendu Nya

  • WpView
    LECTURAS 20
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, oct 8, 2023
Hidup adalah sebuah pilihan. Kata-kata itu selalu kudengar sejak aku tinggal bersama mereka. 3 tahun sudah berlalu sejak kepergian orang tuaku. Banyak hal sudah terjadi. Banyak hal terlihat semakin jelas. Kebenaran dan kebohongan yang saling tumpang tindih, kadang membuatku muak, kadang membuatku senang. Jika hidup memiliki sebuah rasa, aku bisa yakin, jika hidupku pasti akan terasa pahit. Tidak, sebenarnya itu juga terasa manis. Tidak-tidak. Mereka bercampur, aku yakin itu pasti terasa seperti nano-nano. Aku menulis ini hanya untuk mengatakan, jangan sampai kalian menyesal sepertiku. Kalian tidak akan bisa mengulang waktu, bahkan jika Tuhan berkehendak, itu masih akan mustahil bagi kalian. Lakukan semua hal dengan sebaik mungkin, karena kalian tidak akan tau kapan kalian akan kehilangannya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • My Bromance [18+] End
  • M E M O R Y  (On Going)
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • DREGAS: MY TOXIC BOYFRIEND
  • Full Of Scratches
  • Past life Casper
  • Women-Hating Duke Feels Lust Only For One Aristocrat Lady
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido