Beautiful Dad

Beautiful Dad

  • WpView
    Leituras 83,746
  • WpVote
    Votos 8,491
  • WpPart
    Capítulos 17
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, nov 19, 2024
Hamil saat masih duduk dibangku sekolah menengah bukanlah hal yang mudah, begitupun yang Shani alami Ketika kehidupan dan pikirannya benar benar kalut, tuhan mengirimkan ia seorang mailakat pelindung, sosok yang selalu ada untuknya, menuruti semua keinginannya dan yang terpenting dia menerima kehadiran janin yang ada dikandungannya "Pake, nanti kamu kedinginan kasian anak yang ada dikandung kamu" "Kamu ini gimana dari sini kerumah kamu itu jauh inget kondisi kamu, kamu itu bawa dua nyawa sekarang kalo kenapa napa gimana?" "Gimana kondisi kamu" "Susunya masih ada?" "Kamu mau apa biar aku beliin" "Aku mau peluk kamu, Gre" Shani note: gl just fanfiction jangan dibawa ke real life
(CC) Atribuição-SemDerivações
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Silence That Shaped Me
  • Between Love and Revenge [END]
  • FORTUNATELY [END]
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • I'm RF
  • Too Much Love
  • Atma Niscala
  • AWAITING - GreShan | END
  • Mysterious Boy

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo