Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Magicae Amorem

Magicae Amorem

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 30, 2022
Musik, Buku, Lukisan, dan Dia. Aku menyukainya sejak dua tahun yang lalu, dan mungkin dia tidak menyadari itu. Sampai pada akhirnya sosok lain datang menemani malamku yang sunyi, dia yang kuciptakan. Sosok dengan senyuman indah ini yang selalu berkata "Tidak apa-apa menangis, Florie. Aku yang akan menghapus air matamu," membuat rasa sedih dan kesepianku memudar perlahan. Hampir setiap waktu aku habiskan bersamanya, tetapi saat laki-laki yang kucintai sejak dua tahun lalu berkata "Dia tidak ada, Florie. Aku yang akan menemanimu," duniaku rasanya runtuh, aku sudah menyadarinya, tetapi aku tidak menerima hal itu. Dan hanya ada satu surat yang tertinggal darinya dan kini aku berada di pelukan hangat laki-laki yang akhirnya mencintaiku.
All Rights Reserved
#11
thewattys2022
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • DiaNda (END)
  • It's True Love With Ketos
  • My Secret Crush
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Ice Love [COMPLETE]✔
  • FALLING IN LOVE
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines