HORROR PICNIC

HORROR PICNIC

  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Mon, Feb 16, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Salju turun terlalu lebat malam itu di pinggiran Gangwon, membungkus sebuah vila megah dalam kesunyian yang mencekam. Di dalam bangunan bernilai miliaran Won tersebut, aroma wine mahal bercampur dengan bau besi yang amis bau darah yang masih hangat. Tuan Park menatap pantulan dirinya di dinding kaca yang retak. Di belakangnya, tawa anak - anaknya yang biasanya mengisi ruangan kini telah bungkam selamanya. Tidak ada teriakan. Hanya ada keheningan yang menyesakkan seolah dinding - dinding marmer itu sendiri yang menyerap suara mereka. Ia tahu, tanah tempat bangunan ini berdiri tidak pernah menginginkan keberadaan mereka. Vila ini cantik, namun ia memiliki "perut" yang lapar akan nyawa. Sambil menggenggam erat sebuah kunci perak di tangannya, Tuan Park membisikkan janji terakhir sebelum kegelapan benar - benar menjemputnya. "Siapa pun yang masuk... tidak akan pernah benar - benar bisa pulang." Dua puluh tahun kemudian, kunci itu kembali berputar di lubangnya. Dan pintu vila terbuka untuk menyambut tamu - tamu baru dari seberang lautan.
All Rights Reserved
#125
bahasaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Confidential
  • Abu Abu [ completed ]
  • •Pantai Terlarang Rahasia Umum•
  • HAUNTED (tamat)
  • DUDUK MENUJU KEMATIAN
  • The Villa
  • Under The Midnight Sky
  • Sister or More

"Tak banyak. Aku hanya ingin darah orang yang telah membunuh kedua orang tuaku itu membasuh kedua tanganku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines