We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
EFTHYCHIA

EFTHYCHIA

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Efthychia dalam bahasa Yunani memiliki arti kebahagiaan. Mencintai dalam diam sebenarnya bukan masalah untuk sosok bernama Chia. Menurutnya cinta dalam diam itu sama dengan namanya. Meskipun sendirian tetap terasa menyenangkan dan membahagiakan. Wanita yang cukup mandiri itu menyukai teman SMAnya. Menyukai teman satu sirkelnya dalam waktu yang cukup lama. Lama tidak bertemu membuatnya sedikit lupa akan perasaannya. Namun reuni yang ternyata tiba-tiba dia hadir membuatnya bahagia dan sedih diwaktu yang bersamaan. Disaat itu pula, salah satu teman dekatnya juga menyukainya. Oh jangan lupakan dokter tampan itu juga! Dia juga sangat tertarik dengan Chia. Menurutmu, siapakah yang Efthychia pilih? Cinta sendirinya, teman dekatnya, atau dokter kandungan super tampan dan kaya raya?
All Rights Reserved
#78
mandiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rembulan Sendu
  • Takdir Sang Ilahi
  • Heartbeat Trauma
  • Heartbeats of the ER [END]
  • CIA End
  • diagnosis hati
  • TITIK RINDU [ SELESAI ]

Kirania pikir, menjadi sahabat dari seorang Cakra Aryasatya Wijaya saja sudah cukup. Kenyataannya, seiring berjalannya waktu, perasaannya tumbuh dan semakin lama semakin mencekik. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada laki-laki yang menganggapnya sebagai sahabat itu. "Pertemuan kita di kafe sore itu, ternyata adalah awal mula di mana gue kecanduan lihat wajah lo." Kirania menghela napas panjang. "Ki..." Cakra menatap gadis itu dari samping. "Lo tahu keadaan gue sekarang kayak gimana, kan?" tanyanya yang memancing senyuman tipis Kirania. Gadis itu mengangguk. "Kenapa rembulan diciptakan seorang diri, ya?" Kirania menatap jauh ke angkasa. "Udah malam, sebaiknya gue balik ke kos." Dia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Cakra di rooftop gedung itu sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines