Anak Pertama

Anak Pertama

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 24, 2022
❝seorang anak tidak bisa memilih siapa orang tuanya.❞ Dendro Putra Wana anak pertama dari 2 bersaudara dari keluarga "wana" yang memiliki kepribadian pendiam dan pemarah. Namun dibalik sifat pendiam dendro memiliki beban menjadi anak pertama yang harus menjadi "role model" untuk keluarganya. Di lahirkan dari keluarga yang di anggap mapan di lingkungannya akan tetapi banyak problematika didalamnya. Permasalahan orang tua yang terus menderanya memaksa dia untuk menjadi pribadi dewasa di usia masa kecilnya "Dendro kesini kamu! kamu harus menjadi saksi bahwa bapak mu yang membuat keluarga kita berantakan!" - Ibu "Sudah diam kamu disana jangan dengarkan omongan ibu kamu diam disana ini urusan kita berdua kamu hanya anak kecil" - Ayah. Aku hanya bisa terdiam sambil menangis di masa kecilku seperti kenyataan hidup seakan tidak berpihak kepadaku melihat orang tua yang saling menyalahkan dan terus memperlihatkan masalah yang seharusnya anak seusiaku tidak ikut campur kedalam masalah yang rumit itu. Dalam hati aku ingin berkata "Aku hanya ditakdirkan hidup untuk menjadi anak kalian ber 2 dan aku hanya menjalankan takdir yang tuhan berikan aku tidak punya andil atas pilihan kalian bersama dan sekarang apakah aku pantas menerima semua ini"
Todos los derechos reservados
#391
anakpertama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jejak Luka
  • Is It Home ?
  • Become Baby Boy✓
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • RUMAH KITA
  • ★BABY ZION★
  • Candramawa (Completed)
  • Hurry Hutt  Frei Wolfsmadchen
  • DIFFERENT PERSONALITY
  • Constellations From The Room

Hidupnya kini seperti pelangi setelah hujan badai. Seorang anak laki-laki yang telah bertahun-tahun bergelut dengan luka dari masa lalu, kini mencoba menikmati terang yang menyapa hidupnya. Namun, bayang-bayang gelap itu tetap ada, meski samar. Orang yang pernah melukainya sudah lama tiada, membawa pergi semua kesempatan untuk meminta maaf atau menerima penjelasan. Dulu, ia tumbuh dengan hati yang penuh retakan. Kata-kata tajam, perlakuan dingin, dan ketidakpedulian menjadi keseharian yang ia hadapi. Setiap luka kecil itu perlahan menggunung, menjadi beban berat yang terus ia bawa. Ketika sosok itu pergi, ia tidak tahu apakah harus merasa lega atau justru semakin terluka karena kehilangan kesempatan untuk memperbaiki segalanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido