Nyctophilia

Nyctophilia

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 15, 2023
"Bahagia bersamaku, mau?" Laki-laki itu menatapnya dengan dalam, dengan tangan yang berada di atas kepalanya itu bergerak mengelus dengan lembut. Dengan laki-laki ini, semuanya akan kembali baik-baik saja, kan? *** Gelap tidak selalu menyeramkan. Malam juga tidak selalu menakutkan. Bahkan angin pun tidak selalu membuat kedinginan. Mereka selalu menyuruhku untuk pulang. Memangnya ke mana aku harus pulang? Sedangkan rumahku sudah tidak mempunyai tiang. Rumahku juga sudah tidak mempunyai atap. Hancur, bahkan. Mereka menyuruhku untuk tidak berteman dengan kegelapan. Katanya, gelap itu kesialan, gelap itu menakutkan. Tapi bagiku, tanpa mereka tahu, aku menemukan sebuah keberuntungan. Aku kembali mendapatkan pelukan. Aku menemukan rumah untuk pulang... rumah yang berwujud seseorang. *** ⚠️Beberapa part mengandung kekerasan, harap bijak dalam menyikapi. Cover//pinterest *** © @Analaa0_
All Rights Reserved
#48
runtuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Cool Beauty
  • ZiAron [END]
  • Kau Rumahku
  • Eliinaa
  • Serpihan Luka
  • Renald (Open PO)

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines