Nyctophilia

Nyctophilia

  • WpView
    Membaca 571
  • WpVote
    Vote 52
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 15, 2023
"Bahagia bersamaku, mau?" Laki-laki itu menatapnya dengan dalam, dengan tangan yang berada di atas kepalanya itu bergerak mengelus dengan lembut. Dengan laki-laki ini, semuanya akan kembali baik-baik saja, kan? *** Gelap tidak selalu menyeramkan. Malam juga tidak selalu menakutkan. Bahkan angin pun tidak selalu membuat kedinginan. Mereka selalu menyuruhku untuk pulang. Memangnya ke mana aku harus pulang? Sedangkan rumahku sudah tidak mempunyai tiang. Rumahku juga sudah tidak mempunyai atap. Hancur, bahkan. Mereka menyuruhku untuk tidak berteman dengan kegelapan. Katanya, gelap itu kesialan, gelap itu menakutkan. Tapi bagiku, tanpa mereka tahu, aku menemukan sebuah keberuntungan. Aku kembali mendapatkan pelukan. Aku menemukan rumah untuk pulang... rumah yang berwujud seseorang. *** ⚠️Beberapa part mengandung kekerasan, harap bijak dalam menyikapi. Cover//pinterest *** © @Analaa0_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#898
bestfriend
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eliinaa
  • BarraKilla
  • Bayi Dosenku 2
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Cool Beauty
  • Kita Sembuh Bareng?
  • ZiAron [END]
  • Serpihan Luka
  • Your Home [COMPLETE]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan