Story cover for Kehidupan by DesikaDwidianti5
Kehidupan
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
Concluida, Has publicado jul 24, 2022
Contenido adulto
Mungkin kamu sudah tidak bisa mengubah bagaimana kamu harus memulai agar semua berjalan dengan baik, merencanakan hidupmu dengan cara terbaik agar semua berjalan menjadi yang kamu mau. Bahagia, istimewa, dan semua hal yang menyenangkan. Tetapi hidup bukan sekadar hidup, lebih dari itu. Yang perlu kamu tau adalah bagaimana cara kamu menyelesaikan sebuah problematika kehidupan hingga menjadi sebuah hal yang dapat kamu rangkum dalam catatan sejarah.


Desika_
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Kehidupan a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] de Appenelon-desu
66 partes Continúa
𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~
Quizás también te guste
Slide 1 of 7
"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka" cover
Sound Of Heart cover
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] cover
Who? [CountryHumans?] [End] cover
Free Lady : Alternis Time cover
Katharsis - Hirate Yurina [COMPLETED] cover
Bersamamu, Aku Tenang cover

"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

20 partes Concluida

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.