Mahesa & Cinderellanya

Mahesa & Cinderellanya

  • WpView
    Leituras 15
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 12, 2022
Aku pernah bertanya kepada Ibu, tentang bagaimana cara dia bertemu dengan Ayah, bagaimana kisah itu bisa terjadi, dan bagaimana bisa takdir mempertemukan mereka. Namun alih-alih menjawab dengan jawaban yang aku mau, dia malah berputar, tiba-tiba berbicara tentang hidup, mati, dan abadi. Hidup, mati, dan abadi. Kata terakhir membuatku penasaran, jadi aku bertanya bagaimana caranya menjadi abadi, karena jujur, aku takut mati. Seumur hidup aku bersumpah, senyuman Ibu adalah yang paling manis yang pernah aku lihat, melihat bagaimana ia tersenyum sepanjang menjawab membuatku betah. Ia berkata, menjadi abadi bukan tentang bagaimana kau hidup sampai ribuan tahun, tapi bagaimana kau bisa dikenang sampai ribuan tahun lamanya. Dikenang dalam pikiran, dikenang dalam doa, dikenang dalam moment-moment tertentu, sampai dikenang dalam sebuah karya. Seperti bagaimana Ayah yang berhasil membuat Ibu menjadi abadi dalam karya-karyanya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Brave Alone
  • Sejenak Luka
  • FRIENDzone (Completed)
  • Paradise
  • Breathe
  • Hopeless
  • (Not) Perfect

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo