Mahesa & Cinderellanya

Mahesa & Cinderellanya

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 12, 2022
WpInfo
Fanfic
RWBY
Aku pernah bertanya kepada Ibu, tentang bagaimana cara dia bertemu dengan Ayah, bagaimana kisah itu bisa terjadi, dan bagaimana bisa takdir mempertemukan mereka. Namun alih-alih menjawab dengan jawaban yang aku mau, dia malah berputar, tiba-tiba berbicara tentang hidup, mati, dan abadi. Hidup, mati, dan abadi. Kata terakhir membuatku penasaran, jadi aku bertanya bagaimana caranya menjadi abadi, karena jujur, aku takut mati. Seumur hidup aku bersumpah, senyuman Ibu adalah yang paling manis yang pernah aku lihat, melihat bagaimana ia tersenyum sepanjang menjawab membuatku betah. Ia berkata, menjadi abadi bukan tentang bagaimana kau hidup sampai ribuan tahun, tapi bagaimana kau bisa dikenang sampai ribuan tahun lamanya. Dikenang dalam pikiran, dikenang dalam doa, dikenang dalam moment-moment tertentu, sampai dikenang dalam sebuah karya. Seperti bagaimana Ayah yang berhasil membuat Ibu menjadi abadi dalam karya-karyanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Breathe
  • Full Of Scratches
  • Sejenak Luka
  • Juan [REVISI]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • FRIENDzone (Completed)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines