Imperfect Love

Imperfect Love

  • WpView
    Reads 1,279
  • WpVote
    Votes 701
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing1h 1m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 23, 2023
WpInfo
Fiction
Mystery
"Rasa dan Rahasia, adalah luka yang paling sempurna" - Author "Bukankah, isi kepala terlalu rumit jika berkaitan dengan luka dan rahasia?" -Edelweis Edelweis. Seorang perempuan cantik dan dengan hidup yang indah. Namun, apakah hidupnya benar-benar indah? Apakah benar-benar nyata atau bahagia nya hanya fatamorgana, atau mungkin hanya ilusi belaka? Mari kita temani Edelweis menyelami segala macam lara dan menemukan realita yang diimpikannya Happy Reading!🦋💗
All Rights Reserved
#5
coolboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C | Senja Terakhir Kita
  • Sejuta Cerita 2 [SherDam FF/AU] - Mini Series
  • Asmaraloka Saptakāla [COMPLETED STORY]
  • "ඒත් මං ආදරෙයි" |GL| Short Story
  • Y(our) Dream
  • SILENT MISSION: HER VEIL [C]
  • Shadows of Trust [C]
  • Soleil Noir [ END ] ✓
  • Aku Yang Salah [EDITING]

Senja merah jingga menelan langit, tapi Aryan tak sanggup menatapnya. Helena berdiri di tepi balkoni, wajahnya berseri walau tubuhnya kelihatan lemah. "Ary, nanti... kita tengok senja dekat pantai, nak?" suara Helena lirih, cuba kedengaran biasa. Aryan tersengih kecil, menolak dengan nada ringan. "Kau tu sakit, El. Tak payah mengada." Helena mencebik, tapi hatinya bergetar. Dia cuba seloroh, "Kalau ni permintaan terakhir saya, macam mana?" Aryan tersentak, menoleh. "Apa kau cakap ni? Kita bukannya takkan jumpa dah." Diam. Helena menunduk, menahan kaca di matanya daripada tumpah. Dia tersenyum tipis, walau dalam dadanya ada jurang yang tak mampu dijelaskan. Aryan mengusap belakang tengkuk, cuba meredakan suasana. "Kau sihat cepat. Lepas tu baru kita plan tengok senja dekat tepi pantai." Suaranya bersahaja, seolah-olah esok pasti ada. Helena hanya mengangguk. "Kalau awak tahu... Senja di tepi pantai tu... satu-satunya yang tertinggal dalam bucket list saya... Saya cuma nak awak ada sekali. Bukan nanti. Tapi sekarang. Sembuh? Tu cuma dalam cerita fantasi je," hatinya berdesis, meluahkan kata yang tidak mampu meniti di bibirnya. Dia mendongak, menatap langit yang semakin jingga. Senja kali ini terasa lebih dekat, lebih berat, seakan-akan langit sendiri tahu rahsia yang belum pernah terucap. Start: 1st September 2025 End: 22nd September 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines