KENCANABIRU

KENCANABIRU

  • WpView
    LECTURES 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., août 23, 2022
Di tengah perjalanan menuju ke perpustakaan Biru tidak sengaja menabrak seseorang. Buku yang sedang di bawa orang itu berjatuhan. "Maaf, maaf aku ngga sengaja. Ngga kelihatan" ujar orang itu yang merasa tidak enak. Biru membantu membereskan kembali buku yang dibawa cewe itu. "Terima kasih, sekali lagi aku minta maaf" cewe itu terus menunduk dan terus mengucapkan maaf. "Iya, ngga papa" setelah Biru mengatakn itu, cewe itu langsung pergi begitu saja. Baru saja ingin melanjutkan langkahnya, polselnya berdering, panggilan masuk dari seseorang. Biru memcari keberadaan orang itu, dan dia ada di pojok kiri dekat lorong kelas 11. Biru langsung mengangkat telepon itu. "Dekati cewe itu, dan jadikan dia pacar. Gua akan berhenti ganggu dia!" beru ingin membalas ucapan orang itu teleponnya langsung dimatikan sepihak. Tanggal Biru langsung mengepal, dan langsung ingin menonjok orang itu. Tapi ia harus bisa menahannya. Orang itu langsung tersenyum miring lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Biru memperhatikan punggung cewe itu, sepertinya ia mengenalinnya. Apa yang akan terjadi dengan mereka? yang penasaran langsung baca aja. thank's, sudah membaca!
Tous Droits Réservés
#633
kencana
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓
  • LOVE in SILENCE
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • ARIEANNA
  • RUANG LUKA (END)
  • Something About You [END]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Stronger Than Another

Biru awalnya tidak pernah merasa nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu aneh. Lagipula, nama adalah bagian dari anugerah dan manifestasi doa. Daripada tidak memiliki identitas, alangkah sedihnya. Biru juga tidak pernah merasa begitu terintimidasi sepanjang sembilan belas tahun hidup di dunia sampai ia harus mengetahui fakta bahwa ada Biru lain yang juga hidup dan bernapas di sekitarnya. Biru yang dingin, tidak tersentuh, dan memiliki tatapan kelam segelap laut kala malam. Biru yang tidak pernah ia sangka akan menjadi klimaks dalam kisahnya. "Kok, nama Kakak sama kaya aku sih? Orang tua kakak gak kreatif banget ngasih nama." Biru menatap jengkel. Ditatapnya laki-laki yang kerap minim ekspresi tersebut. "Saya gak punya orang tua!" Sang lawan bicara berdesis seraya memejamkan matanya sesaat. "Lagipula saya tidak meniru siapapun dan saya jauh lebih tua daripada kamu, Padma." Itu benar, hanya orang ini yang memanggilnya dengan nama belakang. ©KaktusKelabu 2025

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu