Monochrome "Ephipany Universe"

Monochrome "Ephipany Universe"

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2022
3046, Tentang pertemuan antara hybird dan dewi terkutuk dalam perang dunia hitam dan putih. Lfredo, hybird dengan mata memesona yang bisa membuat setiap lawan jenis bahkan sejenis terpesona. Hitam, sosok misterius yang hanya memiliki nama singkat seperti itu. "Warna, aku yang akan menjadi satu-satunya memanggilmu dengan warna"
All Rights Reserved
#330
broke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Raven [COMPLETED]
  • 𝐑𝐨𝐬𝐞𝐧𝐭𝐫𝐡𝐨ê𝐦; 𝐃𝐨𝐮𝐛𝐥𝐞 𝐋
  • Azka (END)
  • 𝐈𝐜𝐨𝐧𝐢𝐜 𝐏𝐨𝐭𝐭𝐞𝐫
  • ELIOS (Completed)
  • Ivory In The Serpent's Nest
  • Ravenwood's Last Omega

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines