Sengap
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2022
Katanya, bungkam tak selalu baik, mari suarakan kebenaran! Dan itu benar, tapi menyuarakan kebenaran bukanlah perihal yang mudah bagi pengecut sepertiku. Segala ketakutan untuk menyuarakan kebenaran itu selalu menghantuiku, padahal ini bukan lagi tahun sang Jenderal berkuasa. Bukan zaman dimana ketika bicara, maka penjara. Nasibku takkan seburuk Wiji yang hilang tak diketahui keberadaannya hingga kini, takkan seperti Pram yang mendekam di pulau buru, atau bahkan seperti Munir yang mati diberi arsenik
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku yang tak dipercaya [END]
  • Tanah yang tak pernah diam
  • Alam Byantara
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Mystery Files: Light of Catastrophe
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Unspoken bonds
  • viewpoint

Salah satu harapan Halwa adalah bisa dapat kepercayaan dari orang-orang terdekatnya, dan salah satu keinginan Halwa adalah bisa mendapatkan cinta Asrar, laki-laki yang penuh rahasia di dalamnya. Mengenai kebenaran tentang penyakitnya, apakah Halwa bisa meyakinkan mereka supaya lebih baik dan ada rasa iba terhadap terhadapnya? Semua itu tak mudah bagi Halwa, karena suatu sifatnya yang membuat orang lain sudah tak mempercayainya lagi. Tentang cintanya ..., Halwa sangat yakin bahwa dia akan mendapatkan cinta selagi dia berusaha. Tapi, tidak tahu dengan Asrar. "Jika mereka tak mempercayai ku selama-lamanya. Aku tak khawatir, karena yang terpenting hijrahnya diriku dilihat langsung oleh Allah." ~ Berjuta-juta orang menjauhi mu. Masih ada Allah yang selalu di dekat mu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines