Sebuah Rasa Dibalik Satu Bangunan

Sebuah Rasa Dibalik Satu Bangunan

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Menceritakan tentang sebuah rasa yang tumbuh dibalik satu bangunan(sekolah).Ya banyak orang bilang masa masa SMA itu adalah masanya untuk bisa merasakan rasa yang sering disebut 'Cinta'. ______________________________________________ Bilang pada Tuhanmu, aku hanya ingin mencintai umat-Nya. Bukan merebut dari-Nya. Jika Tuhan menyatukan manusia dengan cinta, tapi kenapa Tuhan memisahkan manusia dengan perbedaan? Kita sudah tahu, aku dan kamu memiliki jalan yang berujung luka. -chyou- Jika dalam hubungan yang baik-baik aja, gak menutup kemungkinan akan timbul masalah yang cukup rumit untuk dihadapi. -joanna- Trauma akan cinta itu sangat sulit dihilangkan, apalagi jika dikecewakan dan dikhianati.Jika kamu sungguh-sungguh akan rasa yang kamu punya,cobalah untuk yakinkan aku untuk bisa sembuh dari trauma itu. -Reina- Ke jebak di fase friendzone itu gak enak ya?...kita berdua udah tau tentang perasaan satu sama lain hanya saja diantara kita berdua gak ada yang berani memulai dan hanya bisa saling diam akan perasaan masing-masing. -Daisy-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • ASRAR|
  • Maaf✓
  • Lily Terakhir
  • ELBITHARA
  • Irreplaceable ❤ (END)
  • Berakhir Ikhlas [vakum]
  • Restu Tuhan
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines