-ZEPH-
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 26, 2022
Its about Zeph incredible journey. Zeph ingin serakah. Dia ingin papa nya kembali,dia ingin mamanya tidak menangis lagi,dia ingin kakaknya kembali akrab seperti dulu,dia ingin punya sahabat terbaik di dunia,dia ingin kuliah di universitas ternama,dia ingin punya pekerjaan tetap,bahagiakan mama dan papa,punya rumah besar,punya satu mobil, punya penjaga rumah,supir,maid,tukang kebun. dia ingin sukses. Kemudian bertemu cinta sejati yang tidak menyakitinya,memiliki 2 atau 3 anak,membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang,dan hidup bahagia sampai tua. tapi,hei. ini dunia. tidak ada yang berjalan semulus itu. semesta suka sekali kan memberi luka pada manusia? walau katanya tidak akan lebih dari batas kemampuan manusia itu. "siapa orang bodoh yang bilang uang bukan segalanya? bahkan sekarang aku harus membayar uang gedung dan SPP untuk bersekolah disini." -Zeph
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Yang Terlupakan
  • SPOILEDBOY
  • Alison Zhou And The Beauty Easter | Series 2 Alison Zhou | END
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓
  • Disguise... [END]
  • Don't Talk About Money

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines