"Adinda Dyah Ayu Citraloka, akhirnya aku menemukanmu," gumamku.
"Ha? gimana Ka Alwi bilang apa?" tanya seorang gadis.
Hening.
"Ekhem....bagaimana Ka Alwi bisa tau nama ana?" tanya gadis itu akhirnya karna gadis itu sebenarnya mendengar namanya disebut, hanya kata-kata terakhirlah yang kurang jelas dalam pendengarannya.
"Ah tidak, kamu mungkin salah dengar saya permisi dulu sampai bertemu kembali, Assalamualaikum," ucap pemuda yang disebut Alwi, melenggang begitu saja.
"Lah ko aneh, eh Waalaikumsalam main nylonong aja, tadi tiba-tiba dateng trus pas ditanya diam aja, terus-terus bisa tau namaku coba dari mana yah? ko aneh sih?" grutu gadis tersebut disepanjangan koridor yang dilewatinya.
hingga
"Astaghfirullah" ucap gadis itu sambil menimpuk jidatnya,
"Itu tadi Kak Alwi kan? Kak Alwi Assegaf? yang main Raden Kiansantang, ahhh kenapa bisa di lewatin gitu aja sih, ihh kenapa gak ajak foto-foto sih dasar Ayu kamu nih, padahal lagi sendiri aaa efek diburu-buruin nih sama Aira jadi lupa segalanya semoga aja ada kesempatan buat foto nanti isssh," cemberut Ayu dengan menghentak-hentakkan kakinya.
tanpa disadarinya bahwa segala tingkahnya diperhatikan oleh sosok sebelumnya di ujung koridor.
"Yampun dinda, kamu masih tetap sama sangat menggemaskan, dan aku akhirnya menemukanmu, mari kita lihat bagaimana takdir akan mempersatukan kita, suwun ingkah katah ibunda Ratu," batin seorang pemuda itu yang tak lain takbukan adalah Alwi Assegaf aka Raden Kiansantang.
Kapan nikah???
Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan.
Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta.
Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh.
"Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!"
"Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!"
"No... No... No!!!"
"Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!"
"Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!"
Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun.
Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah.
Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang?
Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama?
"MAMA... LINDA MAU PULANG!!!"
PERHATIAN!!!
Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.